16 Contoh Teks Diskusi Singkat Terbarudan Strukturnya

Hallo sobat kali ini admin akan memberikan contoh teks diskusi bahasa indonesia singkat (pendek) tentang pendidikan, kesehatan, lingkungan, sekolah, kelompok, beserta dengan struktur nya. Contoh teks disikusi ini bukan hanya dalam bahasa indonesia saja tetapi  dalam bentuk dialog ataupun dalam bentuk B.Inggris.
20 Contoh Teks Diskusi dan Struktur


Contoh teks diskusi adalah materi bahasa indonesia kelas X,XI,XII kurikulum 2013. Diskusi merupakan salah satu bentuk kegiatan wicara. Dengan berdiskusi kita dapat memperluas pengetahuan serta memperoleh banyak pengalaman – pengalaman.

Diskusi adalah suatu pertukaran fikiran, gagasan, pendapat antara dua orang atau lebih secara lisan dengan tujuan mencari kesepakatan atau kesepahaman gagasan atau pendapat. Diskusi yang melibatkan beberapa orang disebut diskusi kelompok. Dalam diskusi kelompok dibutuhkan seorang pemimpin yang disebut ketua diskusi. Tugas ketua diskusi adalah membuka dan menutup diskusi, membangkitkan inat anggota untuk menyampaikan gagasan, menengahi anggota yang berdebat, serta mengemukakan kesimpulan hasil diskusi.

Struktur Isi Teks Diskusi.
adapun beberapa struktur yang terdapat pada teks diskusi yaitu.
- Masalah
Teks diskusi harus berisikan masalah  yang akan didiskusikan/dibahas lebih lanjut. ada baiknya pilihlah topik permasalahan yang kontroversial sehingga nanti Anda memiliki banyak argumen, baik argumen yang mendukung atau pun argumen yang bertentangan.

- Argumen atau Pendapat Yang Mendukung
 Kita dituntut untuk menjabarkan lebih lanjut mengenai penjelasan tentang masalah yang sedang kita bahas.

- Argumen atau Pendapat Yang Bertentangan.
Alangkah baiknya kita memberikan pendapat yang lebih berbeda dengan pendapat yang mendukung.

- Kesimpulan atau Saran
Kesimpulan menjelaskan tentang peristiwa dari awal mula hingga akhir jadi dapat di tarik kesimpulannya.
saran merupakan tanggapan untuk si penulis agar peristiwa tersebut menjadi lebih baik.

Contoh Teks Diskusi tentang Pendidikan

Ujian Nasional dalam Pendidikan Nasional

Ujian nasional selalu menjadi perbincangan sengit di kalangan pelajar maupun para tenaga pendidik. Diadakanya ujian nasional sejak beberapa tahun lalu menimbulkan banyak kontroversi dalam ranah pendidikan di Indonesia. Tujuan di adakanya pendidikan nasional ini sendiri adalah sebagai alat ukur seberapa jauh tingkat pendidikan di Indonesia.
Tujuan dari ujian nasional ini memanglah baik, akan tetapi dalam pelaksanaanya menimbulkan banyak kerugian, sehingga beberapa pihak menentang adanya ujian nasional. Ada beberapa alasan yang membuat beberapa pihak menentang ujian nasional sebagai berikut.
Pertama, ujian nasional menciptakan tekanan untuk para siswa. Sebagaimana kita ketahui, beberapa tahun yang lalu menjelang Ujian Nasional atau UN, terdapat kasus bunuh diri siswa sekolah menengah atas di karenakan takut menghadapi ujian nasional. Hal ini jelas merupakan dampak buruk dari diadakanya UN. Para siswa takut dengan ujian nasional karena setiap tahunya nilai standar kelulusan selallu naik sehingga para siswa takut apabila mereka gagal dan tidak lulus. 

Sebagian siswa memang kuat menahan tekanan UN akan tetapi beberapa yang lain justru sangat takut, ada dari mereka yang berlari menuju narkoba dan minuman keras karena sangat depresi bahkan ada yang sampai bunuh diri. Oleh karena itu banyak pihak menentang Ujian Nasional. 
Kedua, pelaksanaan ujian nasional terkesan tidak adil. Sebagaimana kita ketahui keadaan pendidikan dan sekolah di indonesia tidak sama. Sekolah yang berada di daerah maju seperti perkotaan memiliki fasilitas yang sangat lengkap dan tenaga pendidik yang memadai, sedangkan di daerah yang tergolong pedalaman kondisi pendidikanya sangat memprihatinkan. Boro – boro mendapatkan guru pendidik yang handal, kondisi sekolah yang memadai saja belum mereka dapatkan. 

Perbedaan yang sangat jauh antara kondisi sekolah di perkotaan dan di desa – desa pedalaman tidak membuat pemerintah sadar bahwa ujian nasional telah menjadi sistim yang merugikan. Pemerintah seolah buta dengan perbedaan tersebut sehingga standar kelulusan mereka pun di sama ratakan. Hal ini jelas bukan hal yang baik untuk pendidikan di indonesia.
Alasan –alasan tersebutlah yang membuat sebagian pihak menentang UN, akan tetapi ada juga pihak–pihak yang mendukung diadakanya ujian nasional dengan alasan sebagai berikut.
Alasan pertama yaitu, ujian nasional merupakan alat ukur keberhasilan pendidikan di Indonesia. Dengan adanya ujian nasional, pemerintah dapat mengetahui peningkatan Indonesia dalam hal pendidikan. Hasil ujian nasional setiap tahunya menjadi pedoman bagi pemerintah untuk terus meningkatkan pendidikan di Indonesia. Tanpa adanya ujian nasional, pemerintah akan sulit melhat perkembangan pendidikan secara merata di seluruh jagat Indonesia. Selain itu, setiap peningkatan kelulusan yang diperoleh dari hasil ujian nasional akan menjadi pertimbangan dan perbandingan kwalitas pendidikan di Indonesia dan negara –negara lain di seluruh dunia.
Alasan selanjutnya yaitu, ujian nasional dapat meningkatkan motifasi siswa dalam belajar. Dengan di tetapkanya nilai standar kelulusan setiap tahunya, akan memotivasi siswa untuk belajar lebih giat sehingga dapat melewati nilai standar kelulusan tersebut dan lulus dengan nilai yang baik. Selain itu setiap tahunya, siswa yang mendapatkan nilai tertinggi dalam ujian nasional baik itu tingkat sekolah, daerah, maupun nasional akan diberikan penghargaan dan beasiswa atas kerja kerasnya. Hal ini membuat siswa berlomba – lomba untuk mendapatkan nilai terbaik. Oleh karena itu ujian nasional sebaiknya menjadi pendorong bagi siswa untuk belajar lebih giat lagi.
Dari argumen – argumen di atas dapat kita ambil kesimpulan  bahwa ujian nasional memiliki dampak positif dan negati untuk pendidikan di Indonesia. Semua itu tergantung seberapa dewasa rakyat Indonesia menghadapi Ujian Nasional, baik para siswa guru serta pemerintah itu sendiri. Hal yang terpenting adalah perbaiki sistem belajar mengajar serta sisitim pelaksanaan ujian nasional sehingga semuanya seimbang.

Contoh Teks Diskusi Kesehatan

Contoh Teks Diskusi tentang Kenakalan Remaja 

Aksi Kebut-Kebutan Remaja di Jalan 

Anak adalah satu anugrah yang tidak ternilai harganya yang diberikan Tuhan untuk pasangan yang telah menikah. Jadi, sudah seharusnya kita menjaga anak-anak agar dapat memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang. Namun, pergaulan yang semakin bebas membuat tidak sedikit anak yang menjadi salah dalam memilih teman. Jika ditelisik lebih dalam, haruskah anak diijinkan mengendarai sepeda motor dalam kondisi apapun? Banyak pendapat yang berbeda di masyarakat mengenai anak-anak yang mengendarai sepeda motor baik yang telah memiliki SIM maupun yang belum memiliki. Bagaimana seharusnya masyarakat menyingkapi permasalahn klasik tentang aksi kebut-kebutan anak di jalan? Karena, hingga saat ini masalah ini masih saja menjadi masalah yang kompleks.

Sebagian dari masyarakat menganggap anak atau pelajar belum layak mengendarai sepeda motor. Banyak alasan yang menyertainya. Seperti, belum cukup umur untuk mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SMI), belum paham akan peraturan-peraturan lalu lintas yang ada di jalan, dan yang pasti kesiapan mental anak belum cukup untuk mengendarai kendaraan di jalanan. Aksi kebut-kebutan di jalan jelas mengancam keselamatan mereka. Apalagi kurangnya pengetahuan mereka tentang berkendara yang baik, akan menambah kekawatiran masyarakat saat melihat akhir tersebut. Selain itu, aksi kebut-kebutan juga akan membuat mereka berusuran dengan pihak kepolisian. Dengan alasan apapun, tidak seharusnya orangtua memberikan ijin anaknya untuk mengendarai kendaraan. Selain itu, pihak yang berwajib harus lebih tegas dalam menangani dan memberikan sanksi kepada pelanggar, pelaku kebut-kebutan di jalan. Pemberian ijin dan tidakan pihak yang berwajib yang tidak tegas dalam menangani kasus kebut-kebutan dianggap justru tidak mendidik.

Sementara itu, sebagian lagi masyarakat memliki banyak alasan dalam pemberian ijin kepada anak-anak mereka untuk mengendarai kendaraan diusia dini. Alasan pertama, mereka memberikan ijin kepada anak-anak mereka untuk melatih si anak menjadi lebih mandiri. Kedua membantu orangtua, seperti pergi ke sekolah sendirian, mengantarkan orangtua atau saudara ke suatu tempat, dan membuat orangtua tenang karena tidak perlu menggunakan ojek (oranglain) atau kendaraan umum (menghindari kriminalitas dalam kendaraan umum). Dengan pengarahan yang baik oleh orangtua, tidak ada salahnya seorang anak mengendarai kendaraan bermotor. Aksi kebut-kebutan hanyalah salah satu aksi nekad yang dilakukan anak-anak yang mungkin tidak mendapatkan pengarahan dari orangtua mereka. Jadi, tidak bisa juga kita melarang semua anak untuk tidak mengendarai sepeda motor. Kita bisa memberikan ijin anak mengendari sepeda bermotor setelah anak paham tentang peraturan yang berlaku di jalan raya. Pembinaan anak dalam keluarga juga mempengaruhi psikologi anak dalam mengatur pikiran dan emosinya dalam berkendara. Aksi kebut-kebutan yang dilakukan oleh remaja dapat kita atasi dengan pengawasan oleh semua pihak masyarakat, sehingga aksi tersebut dapat dihindari. 

Pada prinsipnya, sanksi yang diberikan kepada anak yang melakukan pelanggaran berlalu-lintas dan aksi kebut-kebutan di jalan dapat diberikan untuk membuat jera pelakunya. Namun, pemberian sanksi yang salah juga dapat menyebabkan anak menjadi lebih berani dan nakal. Sebenarnya, yang paling penting adalah peranan orangtua dan masyarakat dalam mengawasi setiap tindakan anak. Pemberian ijin mengendarai kendaraan dengan alasan yang tepat juga dapat menjadikan anak belajar bertanggungjawab. 
Contoh Teks Diskusi Lingkungan (Sekolah)
1.  Pendahuluan            
Belakangan ini lingkungan SMP Negeri 1 Samarinda belum menunjukkan lingkungan  yang bersih. Para siswa masih belum sadar akan kebersihan lingkungan sekolah. Hal ini mengakibatkan lingkungan menjadi lingkungan menjadi tidak tertata rapi. Maka dari itu, kami mengangkat topik ini agar lingkungan sekolah menjadi bersih.


2. Rumusan masalah      
Mengapa siswa kurang menyadari akan kebersihan sekolah?
Siswa belum terbiasa akan kebersihan lingkungan sekolah. Itu disebabkan oleh kepribadian siswa yang kurang paham akan pentingnya kebersihan lingkungan sekolah. Beberapa factor yang menyebabkan siswa kurang sadar akan pentingnya kebersihan mingkungan anara lain: Faktor lingkungan yang tidak mendukung, kurang dukungan dari orang-orang disekitarnya dan kurang tegasnya sanksi-sanksi yang diberikan oleh pihak sekolah.

3.       Pemecahan masalah 
1)       Menegakkan peraturan piket di kelas masing-masing
2)       Mengadakan Jum’at bersih.
3)       Mengadakan lomba kebersihan antar kelas.
4)       Meningkatkan kesadaran sisswa akan kebersihan lingkungan yang didukung oleh orang-orang sekitar.
5)       Menjaga sarana dan prasarana  kebersihan sekolah.
6)       Menyediakan tempat sampah di setiap kelas, kantin, aula dan tempat-tempat penting lainnya.
7)       Ditingkatkannya kebijakan peraturan sekolah tentang kebersihan sekolah.
8)       Ikut berpartisipasi dalam adiwiyata.
9)       Dll.

4.       Sanksi
1)       Siswa yang tidak melaksanakan piket dikenakan denda Rp 5000,00
2)       Siswa yang membuang sampah sembarangan dikenakan denda Rp 5000,00
3)       Siswa yang mencoret-coret sarana sekolah tidak pada tempatnya terkena den

4)       Siswa harus mempertanggung jawabkan perbuatan yang telah dilakukannya dengan membayar denda dan membersihkan  tempat yang ia kotori.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×