16 Contoh Teks Negosiasi Sederhana Terbaru


Pengertian Teks Negosiasi
Teks negosiasi adalah salah satu bentuk interaksi sosial antara dua belah pihak atau lebih untuk mencapai sebuah kesepakatan bersama dimana masing-masing pihak merasa menang ( diuntungkan ).

Inti dari negosiasi adalah sebuah komunikasi yang dipergunakan ketika ada perbedaan kebutuhan / kepentingan yang mengakibatkan sebuah pertentangan. Pertentangan tersebut akan dilerai dan dipecahkan dengan sebuah perundingan ( negosiasi ), dimana kedua belah pihak dapat merasa diuntungkan.

Sebuah permasalahan akan dengan mudah terselesaikan jika masing-masing pihak memberikan penawaran-penawaran yang menjadi solusi terbaik ( win solution ) dalam sebuah perundingan. Oleh karena itu, semakin pandai orang dalam berunding, maka orang itulah yang akan memenangkan perundingan tersebut.

Untuk lebih memahami teks negosiasi, ada baiknya sobat memahami kaidah atau gambaran umum mengenai seluk beluk negosiasi berikut ini :

Ciri-ciri teks negosiasi

  1. Memutuskan sebuah solusi untuk menyelesaikan masalah.
  2. Menghasilkan sebuah kesepakatan.
  3. Menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan antar pihak.
  4. Memprioritaskan kepentingan bersama.
  5. Mengarah pada tujuan praktis.
  6. Sarana untuk mencari sebuah penyelesaian.



Apa itu pasangan tuturan ? Untuk lebih mudah dalam memahaminya, berikut adalah gambarannya :

  • Menyarankan = Menerima / menolak saran tersebut.
  • Mengucapkan salam = menjawab salam
  • Bertanya = menjawab pertanyaan / tidak menjawabnya
  • Menawarkan = menerima / menolak tawaran tersebut.
  • Intinya, kalimat tuturan mempunyai ciri tanya dan jawab.


Ciri Kebahasaan teks negosiasi

  1. Berisi pasangan tuturan.
  2. Bahasanya sopan dan santun.
  3. Terdapat bahasa untuk membujuk sesuatu (ungkapan persuasif ).
  4. Bersifat memerintah dan memenuhi perintah.
  5. Hasil kesepakatan tidak memberatkan atau merugikan dua belah pihak.


Tujuam Teks Negosiasi
Untuk menyatukan perbedaan-perbedaan pendapat dari orang-orang yang memiliki kepentingan yang berbeda,
Untuk mendapatkan atau mencapai kata kesepakatan dalam kesamaan persepsi, saling pengertian, dan persetujuan.
Untuk mendapatkan kondisi penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang dihadapi

Struktur Negosiasi 
  1. Negosiator : Penutur&Mitra Tutur
  2. Pembuka : Penggiringan topik / basa-basi
  3. Isi : Inti pembicaraan
  4. Penutup : Pengambilan keputusan / penyelesaian
  5. Struktur Pihak Bank
  6. Orientasi
  7. Pengajuan
  8. Penawaran
  9. Persetujuan
  10. Penutup
  11. Struktur Negosiasi (KOMPLEKS)
  12. Orientasi : Kalimat pembuka, biasanya dibubuhi salam. Fungsinya memulai negosiasi
  13. Permintaan : Suatu hal berupa barang ataupun jasa yang ingin diblei oleh pembeli atau konsumen
  14. Pemenuhan : Pemenuhan hal berupa barang atau jasa dari pemberi jasa atau penjual yang diminta oleh pembeli atau konsumen
  15. Penawaran : Puncaknya Negosiasi terjadi tawar menawar
  16. Persetujuan : Keputusan antara dua belah pihak untuk penawaran yang sudah dilakukan
  17. Pembelian : Keputusan konsumen jadi menerima/menyetujui penawaran itu atau tidak
  18. Penutup : Kalimat penutup atau salam penutup
HAL LAIN DALAM NEGOSIASI
  1. Cara Agar Negosiasi Berjalan Lancar 
  2. Mengajak untuk membuat kesepakatan
  3. Memberikan alasan mengapa harus ada kesepakatan
  4. Membandingkan beberapa pilihan
  5. Memperjelas dan menguji pandangan yang dikemukakan
  6. Mengevaluasi kekuatan dan komitmen bersama
  7. Menetapkan dan menegaskan kembali tujuan negosiasi
  8. Cara Negosiasi
  9. Anda harus bernegosiasi apapun dan segalanya
  10. Anda harus menunjukkan kejujuran dalam proses negosiasi
  11. Jangan terburu-buru dalam negosiasi
  12. Cari tahu sebanyak mungkin informasi mengenai produk dan penjual
  13. Berikan harga maksimal dan sopan
  14. Anda harus menghindari ikatan emosional dengan apa yang anda jual atau beli


Contoh Teks Negosiasi

Di bawah ini adalah contoh teks negosiasi yang kami sajikan dalam bentuk percakapan/dialog antara dua pihak. Terdiri dari 5 contoh dari beragam persoalan yang berusaha dipecahkan melalui proses negosiasi. Nah, tak perlu berlama-lama lagi, berikut ini selengkapnya 6 contoh teks negosiasi tersebut:

1. Contoh Teks Negosiasi Bisnis

Contoh teks negosiasi berikut ini menceritakan tentang proses negosiasi peminjaman uang antara seorang nasabah dengan pihak bank. Berikut ini contohnya:
Pegawai Bank: "Selamat pagi pak, silahkan duduk, ada yang bisa kami bantu?"
Nasabah: "Selamat pagi bu. Ya, terimakasih."
Nasabah: "Begini bu, saya ingin mengajukan proposal peminjaman uang untuk usaha ikan lele saya."
Pegawai Bank: "Maaf, bisa saya lihat proposalnya?"
Nasabah: "Ini bu, silahkan."
Pegawai bank: "Sebenarnya, proposal bapak ini sangat bagus, tidak ada masalah. Cuma kami dari
pihak bank tidak bisa memenuhi permintaan dana sebesar 500 juta."
Nasabah: "Jadi, kira-kira pihak bank mampu memberikan berapa bu?"
Pegawai Bank: "Setelah saya hitung, kami hanya menyanggupi sampai 300 juta pak, dengan bunga 4 %."
Nasabah: "Tidak bisa ditambah lagi bu? Usaha ini sebenarnya sangat sukses, pesanan ikan lele ke kami dari seluruh Indonesia."
Nasabah: "Dana ini rencananya akan kami gunakan untuk menambah kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan ikan lele tersebut"
Pegawai Bank: "Tunggu dulu pak, saya hitung ulang dulu"
Pegawai Bank: "Yah, sepertinya kami sanggup memberikan 350 juta".
Nasabah: "Wah, apakah tidak bisa dinaikin lagi bu? Gimana kalau 400 juta?"
Pegawai Bank: "Maaf pak, hanya segitu yang bisa kami sanggupi."
Nasabah: "Iya deh bu, tidak apa-apa, saya setuju."

2. Contoh Teks Negosiasi Jual-Beli:

Contoh berikut ini memperlihatkan proses negosiasi yang terjadi antara penjual dan pembeli tentang harga dari suatu gitar. Berikut ini contohnya: 
Pembeli: "Bu saya mau beli gitar ini, berapa harganya?"
Penjual: "Kalau gitar yang itu harganya 750 ribu nak."
Pembeli: "Harganya boleh kurang nggak bu?"
Penjual: "Hmmm, boleh. Mau nawar berapa nak?"
Pembeli: "600 ribu aja bu, gimana?"
Penjual: "Wah, harga segitu rasanya tidak bisa nak."
Pembeli: "Kalau 625 ribu?"
Penjual: "Naikin dikit nak, 650 ribu ibu lepas gitar ini."
Pembeli: "Iya deh bu, saya setuju, ini uangnya"

3. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

Contoh teks negosiasi berikut ini terjadi dilingkungan sekolah. Isinya tentang dialog negosiasi yang terjadi antara wali kelas dan ketua kelas tentang rencana kegiatan study wisata. Berikut ini contohnya:
Wali Kelas: "Anto, bagaimana rencana Study Wisata ke Tanjung Bira, apakah semua temanmu setuju?"
Ketua Kelas: "Saya sudah berbicara dengan teman-teman bu, cuma ada usulan study wisatanya ke Pantai Marina aja bu."
Wali Kelas: "Wah, kenapa bisa begitu?"
Ketua Kelas: "Kalau Tanjung Bira sekolah kita sudah sangat sering berkunjung ke sana bu. Sedangkan, Pantai Marina belum pernah sama sekali."
Wali Kelas: "Tapi anto, ibu sudah bicarakan rencana ini ke bapak kepala sekolah dan beliau sudah menyetujuinya"
Ketua Kelas: "Iya bu, tapi sepertinya banyak teman-teman yang tidak ikut jika study wisata itu dilaksanakan di Tanjung Biara."
Wali Kelas: "Aduh, jadi gimana yah, padahal ibu sudah mempersiapkan semuanya."
Ketua Kelas: "Begini saja bu, biar saya dan teman-teman yang menghadap ke kepala sekolah dan menceritakan rencana ini."
Wali Kelas: "Baiklah kalau begitu, secepatnya kamu bicara dengan beliau, laporkan ke ibu hasilnya".
Ketua Kelas: "Baik bu."

4. Contoh Teks Negosiasi Kehidupan Sehari-hari

Untuk contoh teks negosiasi berikut sering kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari, yakni negosiasi sewa becak antara calon penumpang dengan abang tukang becak. Berikut ini contohnya:
Calon Penumpang: "Bang, ke Pasar Baru berapa?"
Tukang Becak: "10 ribu, mbak."
Calon Penumpang: "Yah, kok mahal amat bang, 5 ribu aja."
Tukang Becak: "Aduh, kemurahan mbak, pasar baru kan jauh"
Calon Penumpang: "Iya deh, saya tambah jadi 7 ribu, gimana?"
Tukang Becak: "Naikin dikit bu, jadi 8 ribu"
Calon Penumpang: "Baiklah bang, saya setuju, antar saya ke pasar baru."

5. Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga

Contoh teks negosiasi berikut ini terjadi dilingkungan keluarga. Berikut ini contohnya: 
Anak: "Ayah, setelah lulus nanti saya mau sekolah di SMA."
Ayah: "Kenapa di SMA nak? Padahal, ayah ingin kamu sekolah di SMK."
Anak: "Kok di SMK? Kenapa memangnya ayah ingin saya sekolah di sana?"
Ayah: "Begini nak, di SMK itu lulusannya bisa langsung terjun di dunia kerja."
Anak: "Ohhh, gitu yah, iya deh saya setuju."
Ayah: "Baguslah kalau kamu setuju."

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×