Esai : Pengeritan dan Contohnya

Esai  adalah materi pelajaran kelas 12 bahasa indonesia  kurikulum 2013 yang akan kita bahas kali ini. Adapun materi esai yang akan kita bahas kali ini yaitu tentang pengertian, dan, juga contoh esai. Agar lebih cepat anda mengesi tugas materi tersebut mari kita langsung saja membahasnya,
Esai : Pengeritan dan Contohnya

Pengertian Esai
Esai merupakan salah satu bentuk wacana. Karangan esai adalah karangan prosa yang membahas satu masalah secara sepintas dari sidit pandang pribadi pemunlisnya. Karangan esai berbentuk singkat, padat, dan fokus pada objek yang di bahas. Esai di sampaikan dengan bahasa yang ringan. Setiap penulis esai mempunyai gaya khas dalam membasas suatu masalah. Menulis esai berarti menyampaikan gagasan kepada pembaca agar permbaca mengetahui gagasan yang disampaikan.

Langkah-Langkah Menyusun Paragraf
Sebelum menulis esai, anda harus menyusun kerangka paragraf. Langkah-langkah menyusun paragraf dalam menulis esai sebagai berikut.


  1.  Menentukan judul esai.
  2. Menentukan topik permasalah.
  3. Menentukan tujuan penulisan esai.
  4. Menentukan jenis esai yang akan ditulis.
  5. Membuat kerangka paragraf.
  6. Membuat paragraf pembuka.
  7. Membuat paragraf pengembang.
  8. Membuat paragraf penutup.
Setelah menyusun kerangka paragraf, selanjutnya anda akan menyusun paragraf pembuka, isi, dan, penutup. Dalam menyusun paragraf pembuka yang diperlukan adalah pemahaman topik dan gagasan utama dari paragraf tersebut. Gagasan utama dalam sebuah paragraf merupakan penentu untuk pengembangan ide-ide penjelas lain dalam satu paragraf. Ketika menyusun paragraf pembuka, usahakan menggunakan penalaran deduktif atau induktif. Penalaran deduktif berarti pokok pikiran di awal paragraf, sedangkan paragraf induktig kesimpulan/gagasan pokok berada di akhir paragraf.

Setelah menyusun paragraf pembuka, anda akan menyusun paragraf pengembang isi dengan model hampir sama dengan paragraf pembuka. Dalam penulisan Paragraf isi perlu ditegaskan isi paagraf sebagai pesan yang akan disampaikan kepada penulis.

Contoh Format paragraf isi sebagai berikut.
Gagasan utama        :....
Gagasan penjelas     :....
Gagasan penjelas     :....
Gagasan penjelas     : ....
Kesimpulan             : .....

Contoh Format Paragraf Penutup
Paragraf penutup merupakan kesimpulan esai yang telah disusun. 
Gagasan penjelas                  : ........
Gagasan penjelas                  : ........   
Gagasan penjelas                  : ........
Gagasan penutup/kesimpulan :.........

Contoh Karangan Esai

Tidak Usah Bertaruh dengan Mangan

Sebuah pertaruhan tentang mangan tengah terjadi di Nusa Tenggara Timur. Potensi mangan yang terjandung dalam perut bumi NTT berpotensi mendatangkan kenikmatan jangka pendek, tetapi bisa berbuah kesengsaraan permanen bagi rakyat setempat. Oleh karena itu, pemerintah provinsi dan kabupaten di NTT perlu menata ulang dan melakukan kajian mendalam sebelum memutuskan untuk melakukan eksploitasi mangan.

Fakta akhir-akhir ini semua pakar lingkungan hidup didunia sepakat bahwa hampir semua tambangan yang dipraktikan di dunia menghasilkan bencana yang berkelanjutan bagi masyarakat luas. Dari sisi lingkungan hidup, kegiatan pertambangan dengan teknologi secanggih apapun tetap menyisakan kerusakan lingkungan yang memerlukan waktu berabad-abad untuk pemulihan. Dari sisi ekonomi, perambangan hanya memperkaya segelintir orang. Faktanya pertamangan menyengsarakan begitu banyang orang, termasu warga sekita tambang. Contoh nyata bisa dilihat di bangka belitung dan Papua. Potensi tambang dua daerah ini sudah puluhan tahun dieksploitasi habis0habisan, tetapi rakyat kedua daerah tidak kunjung sejahtera. Hingga hari ini kemiskinan masih menjadi sahabat karib mayoritas masyarakat di wilayah tersebut.

Bila jelas-jelas lebih banyak mudara ketimbang manfaatnya, lebih baik Pemerintah NTT menghentikan rencana penambanan mangan di NTT. Masih banyak potensi alam yang bisa didayagunakan untuk peningkatan kesejahteraan rakyat. Sebaiknya NTT fokus pada potensi yang lebih menjanjikan kelestarian alam. Niat menjadikan NTT sebagai provinsi ternak, misalnya patut ditindaklanjuti dengan program-program konkret di lapangan. Merelakan peternak beralih menjadi penggali batu mangan dan membiarkan lahan penggembalaan ternak berubah menjadi kubgan bekas galian, jelas bertentangan dengan semangat menjadikan NTT sebagai gudang ternak nasional.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×