Kumpulan Contoh Teks Tebaik Terlengkap

Contoh teks adalah materi teks yang ditemukan pada kelas X,IX,XII .Contoh teks  ini sangat bermacam-macam. Oleh karena kali ini kita akan membahas materi lengkap semua tentang contoh teks. Yaitu yang akan kita bahas mengenai Contoh teks (teks deskripsi, teks prosedur komplek, teks laporan, eksplanasi, iklan, dan negosiasi) berdasarkan 5WH1 yang diharapkan bisa membantu mengisi makalah,  dan tugas bahasa indonesia kalian semua,
Kumpulan contoh teks terlengkap


Pengertian Teks
Salah satu pendapat menyatakan bahwa pengertian dari teks adalah sebuah peristiwa 
komunikatif yang harus memenuhi beberapa syarat, yakni tujuh kriteria teks.Akan tetapi
 Renkema menyatakan bahwa beberapa dari kriteria tersebut bersifat subjektif  dan tergantung pada pengamat tertentu. Konsekuensi jika menggunakan tujuh kriteria tersebut, adalah tidak memberi kemungkinan terhadap perbedaan yang bisa diprediksi dan dihadirkan secara nyata dan ujaran apa saja pada dasarnya bisa dipandang sebagai teks dalam sebuah konteks tertentu.

1.   Contoh Teks Deskripsi


Sepertinya ada yang kurang jika hanya satu contoh saja, mari kita analisa contoh paragraf deskripsi.
Contoh Paragraf Deskripsi

Ayah memiliki batu akik yang sangat-sangat ia sukai. Warna batunya merah menyala seperti api, bila terkena sinar matahari akan menyilaukan mata. Batu akik ini sungguh ajaib karena seakan menyala saat lampu mati. Bentuknya bulat dan sangat mewah tidak salah jika Ayah sangat suka dengan batu akiknya ini.

Contoh paragraf deskripsi di atas menggambarkan sebuah batu akik yang sangat disenangi oleh Ayah. Mulai dari warna, bentuk, dan sifatnya digambarkan secara kolektif sehingga menimbulkan kesan pengindraan seakan-akan kita melihat langsung batu akik tersebut.


2. Contoh Teks Prosedur Kompleks

Keranjang bunga kecil mungil sangat menarik warna bentuknya maupun dekorasinya. Tentu saja, manfaat lainnya dapat dipergunakan sebagai tempat kue untuk ulang tahun atau tempat kado. Bahan-bahan yang diperlukan juga sangat sederhana, antara lain kertas karton berwarna atau kertas duplek, perekat, dan kertas warna-warni untuk dekorasi. Bentuk dan keranjang bunga ini bisa segi empat, bundar, lonjong, atau bentuk lainnya seperti yang dikehendaki. Alat-alatnya gunting, yaitu perekat dan staples. Untuk membuatnya, ikuti langkah-langkah berikut ini:

Langkah membuatnya:

    Sehelai kertas karton berwarna dipotong segi empat sama sisi dengan ukuran 18 sentimeter setiap sisinya. Setelah dipotong, ukurlah ke dalam tiga sentimeter lagi pada masing-masing sisi. Kemudian, ditarik garis titik pada keempat sampingnya. Terdapatlah segi empat sama sisi yang lebih kecil dengan panjang masing-masing sisi 15 cm. Kini membentuk kotak keranjang pada setiap sudut digunting sebelah. Setelah keempat sudut digunting, barulah keempat sisi itu ditekuk sehingga merupakan kotak terbuka supaya kuat sambungan tekukan itu dihubungkan dengan sisi yang lain dengan perekat atau di stapler.
    Tahap kedua dibuat gantungan keranjang. Gantungan ini juga bisa dibuat bermacam variasi, seperti bentuk segitiga, bulat lonjong, dan segi empat. Salah satu contoh membuat gantungan segitiga, yaitu kertas duplex yang dipotong dengan panjang 30 sentimeter. Kemudian, dilipat dua dan pada kedua ujungnya ditekuk lagi masing-masing sepanjang tiga sentimeter. Maksud tekukan pada kedua ujung gantungan itu untuk sambungan pada kedua sisi keranjang.
    Merakit keranjang bunga dengan menempelkan gantungan pada kedua sisi keranjang. Kedua ujung diberi perekat dan ditempelkan pada kedua sisi atau dengan cara distaples. Setelah rakitan selesai, barulah diberi dekorasi dengan guntingan kertas warna yang disusun dengan bermacam-macam variasi. Yang patut diberi dekorasi ialah hampir seluruh bagian kecuali bagian dasar yang tidak kelihatan. Membuat dekorasi yang sama bentuknya dengan melipat kertas menjadi beberapa lipatan yang kemudian digunting sekaligus. Umpamanya, dekorasi samping keranjang dengan bentuk segitiga atau tengah bulatan. Dekorasi pada gantungan dengan bentuk bunga rampai berkembang dan tunas padi tersusun dan dekorasi pada dasar keranjang dengan bunga-bunga yang bertebaran. Jadilah keranjang bunga indah yang siap untuk tempat merangkai bunga atau tempat kado. Bisa juga untuk tempat makanan kecil dalam pesta ulang tahun.

3. Contoh Teks Laporan Observasi
PENYEBAB DAN DAMPAK TERJADINYA BANJIR

Banjir merupakan suatu sebuah keadaan yang terjadi ketika air dalam jumlah besar menggenangi sebagian wilayah daratan dalam waktu tertentu akibat curah hujan yang tinggi dan kerusakan alam. Banjir merupakan sebuah musibah / bencana alam yang sangat merugikan akibat terganggunya sistem lingkungan. Banjir biasanya terjadi di daerah perkotaan yang didominasi oleh jumlah penduduk yang padat. Biasanya tempat-tempat seperti ini merupakan pemukiman padat sepanjang aliran sungai. Banjir terjadi disebabkan oleh berbagai macam faktor yang melatar belakanginya.

Faktor utama penyebab terjadinya banjir ialah karena perbuatan manusia. Kegiatan penebangan pohon secara liar bermotif dan berlatar belakang konsumtif serta keserakahan manusia menyebabkan berkurangnya daerah resapan air hujan. Hal ini menyebabkan terjadinya banjir. Pepohonan yang seharusnya berfungsi untuk menahan air dan menjadi fungsi resapan, menjadi tidak lagi berfungsi dikarenakan tidak adanya pepohonan. Laju air yang tak tertahankan akan menggerus tanah-tanah sehingga mengakibatkan pengikisan terhadap tanah dan menimbun sedimen lumpur di sungai, seehingga air meluap dan terjadi banjir.

Advertisement
Penyebab selanjutnya diakibatkan oleh pembuangan sampah yang tidak pada tempatnya. Biasanya sampah dibuang di tempat-tempat umum dan sungai. Pembuangan sampah di sungai membuat hambatan yang serius pada aliran sungai dan selanjutnya air sungai meluap dan menyebabkan banjir. Kebiasaan masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai adalah membuang segala hasil dari koonsumsi aktivitas sehari-harinya di sungai. Hal ini turut memperparah keadaan. Semula sungai yang memiliki fungsi sebagai daerah aliran air yang mengalirkan air menuju lautan, kini terhambat fungsinya yang membuat air sungai meluap dan mengakibatkan banjir.

Dampak dari terjadinya banjir berupa kerusakan fisik maupun kerugian materi seperti rusaknya perumahan warga, lingkungan menjadi tidak sehat, timbulnya berbagai macam penyakit dan lain-lain. Penyakit-penyakit “musiman” pada saat banjir bisa berupa difteri, diare, gatal-gatal dan sejumlah penyakit kulit lainnya. Tentu hal semacam ini sangat merugikan dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meskipun banjir telah menjadi bencana alam musiman yang terjadi setiap tahunnya, serta faktor-faktor terjadinya banjir yang sulit dihilangkan, namun bukan berarti banjir tidak dapat dicegah dan ditanggulangi. Jika banjir telah terjadi maka yang semestinya peratama kali dilakukan yakni penanggulangan. Penanggulangan banjir dapat dilakukan secara bersama-sama dengan cara menyedot air yang menggenangi daratan dengan beberapa fasilitas negara, biasanya menggunakan peralatan pemadam kebakaran. Selanjutnya mengeruk aliran sungai yang telah tersendimentasi pada dasar sungai sehingga air meluap. Jika ini dilakukan, maka fungsi sungai akan kembali normal sehingga dapat mengalirkan air-air yang menggenang di daratan. Tentunya upaya ini tidak dapat terlepas dari tanggung jawab pemerintah serta peran serta warga masyarakat.

Berikutnya upaya pencegahan terjadinya banjir dapat dilakukan dengan cara pengembalian fungsi hutan sebagai daerah resapan air dan menanam kembali bibit pohon terhadap hutan yang telah rusak (reboisasi). Berikutnya melakukan pembersihan daerah aliran sungai dari sampah-sampah yang menghambat aliran sungai, Jika diperlukan menggunakan alat berat untuk mengeruk sedimen lumpur di dasar sungai. Selanjutnya upaya yang dapat kita lakukan adalah menjaga lingkungan hidup dan tidak membuang sampah sembarangan terutama di sepanjang aliran sungai.
kumpulan contoh teks terlengkap

4. Contoh teks Eksplanasi

Contoh teks eksplanasi pada bagian ini berkaitan dengan fenomena sosial. Satu masalah yang kami angkat adalah mengenai pengangguran, berikut ini contohnya:

    Pengangguran
    Pengangguran merupakan salah satu fenomena sosial yang berkaitan dengan aspek ketenagakerjaan yang menjadi masalah di masyarakat. Seperti sebuah penyakit, yang secara kronik menyerang segi kehidupan bermasyarakat. Sudah banyak formula penanganan yang diambil, namun permasalahan ini belum juga tuntas. Bukan hanya di Indonesia, permasalahan pengangguran ini ditemukan dihampir semua negara. Setiap pemerintahan di dunia, menjadikan masalah penggangguran menjadi agenda utama. Secara umum, banyak yang mengartikan bahwa pengangguran adalah orang dewasa yang tidak bekerja, sedang mencari pekerjaan, atau tidak memiliki pekerjaan secara formal dan tidak mendapatkan penghasilan. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) secara spesifik memberikan definisi tentang pengangguran yaitu; orang-orang yang bekerja kurang dari 1 jam setiap minggu.

    Ada beberapa faktor yang sangat mendasar yang menjadi penyebab terjadinya pengangguran. Pengangguran biasanya terjadi karena adanya kesenjangan antara pencari kerja dan kesempatan kerja. Pangangguran juga dapat sebabkan oleh adanya perubahan struktural dalam perekonomian. Perubahan ini menimbulkan kebutuhan terhadap tenaga kerja dengan jenis atau tingkat keterampilan yang berbeda. Sehingga, kualifikasi yang dimiliki oleh pencari kerja tidak sesuai dengan tuntutan yang ada. Dan yang sering juga terjadi adalah pengangguran yang disebabkan oleh pemutusan hubungan kerja terhadap karyawan dan buruh.

    Akibat terjadinya pengangguran, yaitu menimbulkan berbagai persoalan ekonomi dan sosial bagi yang mengalaminya. Orang yang tidak mempunyai mata pencaharian juga tidak mendapat penghasilan, dan yang tidak berpenghasilan tidak dapat membelanjakan uang untuk membeli barang kebutuhan hidup. Bila jumlah penganggur banyak pasti, akan timbul kekacauan sosial, jumlah gelandangan meningkat pesat, selanjutnya berpotensi menimbulkan kriminal.

    Dari seluruh uraian di atas, maka sudah jelas bahwa pengangguran adalah masalah besar yang harus segera dicarikan solusi. Langkah nyata yang dapat ditempuh adalah dengan memperbaiki kondisi lapangan kerja. Dengan semakin baiknya kondisi lapangan kerja, kekerasan sosial akibat pengangguran bisa dikurangi atau diatasi. Disamping itu, memperbaiki komposisi lulusan sarjana yang dihasilkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar tenaga kerja. Langkah yang lebih baik lagi adalah jika kita mampu memberikan keterampilan yang memadai untuk mereka usia kerja sehingga dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Semua langkah ini harus segera kita ambil agar masalah pengangguran segera terselesaikan. 

5. Contoh teks Iklan 




Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×