pengertian anekdot, struktur, ciri-ciri, kaidah, dan contoh

minna kali ini saya akan membahas tentang anekdot pada pelajaran bahasa indonesia di sini saya akan membahas tentang pengertian anekdot, struktur anekdot, ciri-ciri anekdot, dan kaidah-kaidah anekdot serta dilengkapi dengan contoh anekdot tentang layanan publik 

Pengertian Anekdot

Pengertian anekdot. Anekdot merupakan sebuah cerita singkat yang lucu dan menarik, yang mungkin menggambarkan tentang kejadian tertentu atau orang sebenarnya. Anekdot terkadang bersifat menghibur, namun anekdot bukanlah hanya suatu lelucon, hal ini karena tujuan utama anekdot adalah tidak hanya membangkitkan tawa si pembaca, tetapi untuk mengungkapkan kebenaran yang lebih umum daripada kisah singkat tersebut. Anekdot terkadang bersifat sindiran alami.

Struktur Anekdot

Struktur anekdot antara lain :
Abstraksi : Bagian di awal paragraf yang berfungsi memberi gambaran tentang isi teks secara umum.
Orientasi : Bagian yang menunjukkan awal kejadian cerita atau latar belakang bagaimana peristiwa terjadi.
Krisis : Bagian dimana terjadi hal atau masalah yang unik atau tidak biasa yang terjadi pada si penulis.
Reaksi : Bagian bagaimana cara penulis atau orang yang ditulis menyelesaikan masalah yang timbul dibagian krisis tadi.
Koda : Bagian terakhir dari cerita unik tersebut.

Ciri-Ciri Anekdot

Ciri-ciri anekdot antara lain :

    Hampir menyerupai seperti dongeng.
    Menceritakan hewan dan manusia secara umum dan realistis.
    Bersifat humor, menyindir, dan lelucon.
    Memiliki tujuan tertentu.


Kaidah Anekdot

Kaidah anekdot antara lain :
  1. Menggunakan pertanyaan retorik.
  2. Menggunakan kata keterangan waktu lampau.
  3. Menggunakan penghubung.
  4.  Menggunakan kata kerja.
  5.   Menggunakan kalimat perintah.
  6.   Urut berdasarkan kejadian waktu.

contoh anekdot tentang layanan publik


Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)    Suatu hari di suatu sekolah negeri Antah Berantah, seorang guru memberi tahu kepada murid-muridnya bahwa sekolah mereka akan menjadi sekolah SBI.
Guru : Anak-anak, ada kabar gembira untuk kita semua. Sekolah kita sebentar lagi akan menjadi sekolah SBI (Sekolah Bertaraf Internasional). Nah, untuk menyambut hal ini, saya mau tanya apa yang akan kalian siapkan. Joni, apa yang akan kamu untuk menyambut ini?
Joni : “Belajar bahasa Inggris agar lebih mahir dalam berbicara bahasa Inggris.”
Guru : “Bagus sekali. Kalau kamu, Jono?”
Jono : “Harus siap uang, Pak.”
Guru : “Lho kok uang?”
Jono : “Ya Pak. Soalnya kalau sekolah kita statusnya sudah SBI, pasti bayarnya lebih mahal. Masa sih SBI bayarnya sama kayak sekolah biasa? Udah gitu, pasti nanti diminta iuran untuk ini itu.”
Guru : “Jawabanmu kok sinis sekali? Begini lho, kalau sekolah kita bertaraf internasional artinya sekolah kita itu setara dengan sekolah luar negeri. Jadi, kalian seperti sekolah di luar negeri.”
Jono : “Tapi Pak, kalau menurut saya, SBI itu bukan Sekolah Bertaraf Internasional, tapi Sekolah Bertarif Internasional.”  
Akhirnya guru tersebut kebingungan membalas kata-kata Jono dan langsung membahas materi pelajaran.

*Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) sekarang sudah dibubarkan oleh MK. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×