Peristiwa Sejarah Rengasdengklok (penculikan soekarno-hatta)

Peristiwa Sejarah Rengasdengklok adalah sejarah terjadinya penculikan soekarno hatta yang akan di tangkap pleh jepang. peristiwa rengasdengklok adalah pelajaran sejarah  kelas 12 kurikulum 2013 kita akan menemuinya. Oleh karena itu kali ini kita akan membahas materi lengkap semua peristiwa terjadi nya penculikan yang terjadi di tengasdengklok soekarno-hatta.
Peristiwa Sejarah Rengasdengklok (penculikan soekarno-hatta)

Peristiwa RengasDengklok
Penyebab utama munculnya peristiwa Rengasdengklok adalah adanya perbedaan sikap antara golongan tua dan golongan pemuda. Perbedaan tersebut mengenai kapan saat yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan indonesia. Perbedaan ini muncul sebagai reaksi kekalahan jepang melawan sekutu. Setelah mendengar berita kekalahan jepang dari siaran radio luar negri, pada malam harinya Sutan Syahrir menyampaikan berita kekalahan jepang tersebut kepada Moh. Hatta. Syahrir juga menanyakan mengenai kemerdekaan indonesia sehubungan dengan kekalahan jepang tersebut.

Pada tanggal 15 agustus 1945 para pemuda berkumpul di salah satu ruang Lembaga Bakteriologi Jalan Pegangsaan Timur No. 13 Jakarta di bawah pimpinan Chairil Saleh. Para pemuda sepakat bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan Hak dan Masalah rakyat Indonesia yang tidak bergantung kepada bangsa atau negara lain. Rapat juga memutuskan untuk mendesak soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 16 agustus 1945. Hasil keputusan tersebut disampaikan oleh Darwis dan Wikana kepada Soekarno-Hatta, namun tidak dicapai kata sepakat . Karena tidak dicapai kata sepakat, maka golongan pemuda bermaksud mengamankan Soekarno-Hatta ke luar Jakarta. Maksud golongan pemuda itulah yang kemudian melahirkan peristiwa Rengasdengklok. Perbedaan pendapat tersebut berkisar pada cara melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
a. Golongan Tua (Soekarno, Moh. Hatta, Ahmad Subarjo, dan lain-lain) menghendaki agar terlebih dahulu yang direncanakan pada tanggal 18 agustus 1945. Dengan pertimbanganmengingat kenyataannya Jepang masih tetap berkuasa dan bersenjata lengkap, sebab jika kemerdekaan Indonesia diproklamasikan di luar PPKI (tanpa sidang PPKI) pasti akan dicegah oleh Jepang.
b. Golongan pemuda (Sukarni, Adam Malik, Chairul Saleh, Yusuf Kunto, Wikana, dan lain-lain) menghendaki agar kemerdekaan Indonesia diproklamasikan di luar PPKI (tanpa sidang PPKI). Dengan pertimbangan, jika proklamasi kemerdekaan Indonesia dilakukan dengan terlebih dahulu mengadakan sidang PPKI, maka kemerdekaan bangsa Indonesia akan dianggap sebagai ciptaan Jepang dan pasti akan dihancurkan oleh pasukan Sekutu yang tidak lama lagi akan tiba di Indonesia.
 
Golongan Pemuda mengadakan rapat lagi di asrama Baperpi, Cikini, Jakarta pada tengah malam menjelang tanggal 16 Agustus 1945. Selain peserta rapat di Lembaga Bakteriologi, rapat tersebut juga dihadiri oleh Sukarni, Yusuf Kunto, dr. Muwardi, dan Shodanco Singgih. Dalam rapat tersebut memutuskan untuk mengamankan Soekarno-Hatta ke luar Jakarta. Keputusan tersebut dengan pertimbangan berikut.
a. Proklamasi kemerdekaan lepas dari pengaruh pihak manapun, termasuk Jepang dan harus tetap dilaksanakan.
b. Soekarno-Hatta harus diamankan ke luar Jakarta agar terlepas dari pengaruh Jepang sehingga mereka berani memproklamasikan kemerdekaan sesuai dengan kemauan golongan pemuda.
 
Tempat yang dipilih untuk mengamankan Soekarno-Hatta adalah Rengasdengklok, Kabupaten Karawang (Jawa Barat) yang terletak 15 km dari jalan raya Jakarta-Cirebon. Untuk menghindari kecurigaan dari pihak Jepang, Shodanco Singgih mendapatkan kepercayaan untu melaksanakan rencana tersebut dibantu oleh Sukarni dan Yusuf Kunto. Penculikan Soekarno dan Moh. Hatta dilakukan pada tanggal 16 Agustus 1945 Pukul 04:30 waktu Jawa zaman Jepang atau pukul 04:00 WIB.

Rengasdengklok dipilih sebagai tempat untuk mengamankan Soekarno-Hatta karena hal-hal sebagai berikut.
a. Letaknya terpencil sekitar 15 Km dari jalan raya Jakarta-Cirebon.
b. Terdapat pasukan Peta yang persenjataannya lengkap.
c. Daerahnya dapat dipantau dari berbagai penjuru (dapat dengan mudah mengawasi tentara Jepang yang akan datang ke Rengasdengklok).
               
Setelah sampai di Rengasdengklok Soekarno dan Moh. Hatta ditempatkan di rumah milik warga masyarakat keturunan Tionghoa yang bernama Djiaw Kie Siong. Golongan pemuda kembali mendesak agar Soekarno dan Moh. Hatta bersedia memproklamasikan keerdekaan Indonesia, namun pembicaraan tersebut tidak membawa hasil. Akan tetapi, dalam pembicaraan pribadi antara Shodanco Singgih dan Soekarno, Shodanco Singgih menyimpulkan bahwa Soekarno bersedia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia segera setelah kembali ke Jakarta. Kesediaan Soekarno tersebut disampaikan kepada golongan pemuda di Jakarta.
           
 Sementara itu, di Jakarta sedang terjadi pembicaraan antara Ahmad Subarjo (mewakili golongan tua) dan Wikana (mewakili golongan pemuda) yang kemudian tercapai kata sepakat bahwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta pada tanggal 17 Agustus 1945 sebelum pukul 12.00 WIB. Di samping itu, Laksamana Tadashi Maeda mengizinkan rumah kediamannya dijadikan sebagai tempat perundingan dan bersedia menjamin keselamatan para pemimpin bangsa Indonesia. Akhirnya Soekarno-Hatta dijemput dari Rengasdengklok dan tiba di Jakarta pada pukul 17:30 WIB.
   
Untuk mengenang peristiwa pengamanan Bung Karno dan Bung Hatta oleh golongan pemuda di Rengasdengklok tepatnya di markas bekas kompi Peta dibangun Monumen Rengasdengklok.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×