Teks Eksposisi : Pengertian, Struktur, Ciri Kebahasaan, dan Contoh Teks Eksposisi

Teks Eksposisi adalah materi bahasa indonesia kelas X semester 1 kurikulum 2013, kali ini admin akan membahas tentang pengertian, struktur, ciri kebahasaan dan contoh teks eksposisi singkat,

Eksposisi digunakan untuk menyajikan gagasan, Gagasan tersebut dikaji oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan yang logis.
Teks Eksposisi : Pengertian, Struktur, Ciri Kebahasaan, dan Contoh Teks Eksposisi

Pengertian Teks Eksposisi

Teks ekposisi adalah argumentasi satu sisi. atau teks eksposisi merupakan teks yang ideal dalam hal idealisme argumentasi yang disampaikan.

Struktur Teks Eksposisi

Sebuah teks eksposisi memiliki struktur yang terdiri dari pernyataan pendapat (tesis) " argumentasi" penegasan ulang pendapat.

A   Pernyataan pendapat (tesis), merupakan gagasan utama atau prediksi penulis tentang sebuah permasalahan yang berdasarkan fakta.

B   Argumentasi, merupakan penjelasan secara lebih mendalam dari pernyataan pendapat (tesis) yang diyakini kebenarannya oleh penulis melalui pengungkapan fakta-fakta sebagai penjelasan argumentasi.

C   Penegasan Ulang Pendapat, merupakan penguatan kembali atas pendapat yang telah ditunjang oleh fakta-fakta dalam bagian argumentasi serta menmbah rekomendasi atau saran terhadap permasalahan yang diangkat. Terdapat pada bagian akhir dari teks eksposisi.

Ciri Kebahasaan Teks Eksposisi 

Adapun ciri kebahasaan teks eksposisi yang akan dibahas pada kegiatan ini meliputi promina persona dan verba yang menyatakan persepsi.

1. Pronomina

Pronomina atau kata ganti, jika ditinjau dari segi artinya adalah kata yang dipakai untuk mengacu pada nomina lain. Jika dilihat dari fungsinya dapat dikatakan bahwa pronomina menduduki posisi yang umumnya diduduki oleh nomina, seperti subjek, objek, atau predikat dalam kalimat tertentu.
a. Pronomina persona dipakai untuk mengacu pada orang, baik orang pertama, kedua, mapun ketiga.


Kata Leksikal (Nomina, Verba, Adjektiva, Adverbia)


Nomina (kata benda)

Merupakan kata yang mengacu pada benda, baik nyata maupun abstrak. Dalam kalimat berkedudukan sebagai subjek. Dilihat dari bentuk dan maknanya ada yang berbentuk nomina dasar maupun nomina turunan. Nomina dasar contohnya gambar, meja, rumah, pisau. Nomina turunan contohnya perbuatan, pembelian, kekuatan, dll.

Verba (kata kerja)

Merupakan kata yang mengandung makna dasar perbuatan, proses, atau keadaan yang bukan sifat. Dalam kalimat biasanya  berfungsi sebagai predikat. Verba dilihat dari bentuknya dibedakan menjadi dua yaitu :
Verba dasar merupakan verba yang belum mengalami proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya mandi, pergi, ada, tiba, turun, jatuh, tinggal, tiba, dll.
Verba turunan merupakan verba yang telah mengalami perubahan bentuk dasar karena proses morfologis (afiksasi, reduplikasi, komposisi). Contohnya melebur, mendarat, berlayar, berjuang, memukul-mukul, makan-makan, cuci muka, mempertanggungjawabkan, dll.

Adjektiva (kata sifat)

Merupakan kata yang yang dipakai untuk mengungkapkan sifat atau keadaan orang, benda, dan binatang. Contohnya cantik, gagah, indah, menawan, berlebihan, lunak, lebar, luas, negatif, positif, jernih, dingin, jelek, dan lain-lain.

Adverbia (kata keterangan)

Merupakan kata yang melengkapi atau memberikan informasi berupa keterangan tempat, waktu, suasana, alat, cara, dan lain-lain. Contohnya di-, dari-, ke-, sini, sana, mana, saat, ketika, mula-mula, dengan, memakai, berdiskusi, dan lain-lain.

Kata leksikal (nomina, verba, adjektiva, dan adverbia) yang terdapat dalam teks eksposisi di atas, misalnya:
kata percaya (verba), mempercayai (verba), kepercayaan (nomina)
kata yakin (adjektif), menyakini (verba), keyakinan (nomina)
kata optimistis (adjektif)
kata potensial (adjektif), berpotensi (verba)

Contoh Teks Eksposisi

Contoh teks eksposisi tentang pendidikan

Pendidikan adalah senjataa paling ampuh, karena dengann pendidikan mampuu mengubah dunia. Sebenarnya, apa itu pendidikan? Pendidikan adalah sebuah sarana dimana kita dapat mempelajari banyak hal yang bermanfaat. Pendidikan yang ada di negara kita sendiri, Indonesia, tergolong lumayan baik. Pemerintah telah mengeluarkan dana untuk merenovasi dan membangun gedung sekolah, dan menggratiskan untuk biaya pendidikan. Apa yang mesti disadari oleh pelajar adalah adanya keinginan belajar dan berprestasi. Dengan tekad bisa membangun semangat yang ada dalam diri pelajar, haruslah para pelajar segera menyadari bahwa pemerintah sudah membantu mereka secara tak langsung dengan membantuu pendidikan Indonesia. Pelajar mesti memberikann yang terbaik untuk bangsa dan negara karena pendidikann yang sudah ditopangg oleh pemerintah. Dengan begitu, pasti derajat Indonesia akan lebih diakui dikancah dunia. Selain itu, Indonesia jugaa akan banyakk didatangi oleh investor asing, sehingga mampu meningkatkan perekonomiann dalam negeri. Namun, pendidikann kadang dicemari karena ulah para oknum yang tidak bertanggungjawab, mencorengg dunia pendidikan Indonesiaa. Itu juga mesti diberantas. Bagaimana caranya? Dengan mendatanggkan guru yangg berkualitas dan sosialisasii kepada para murid, diharapkann dapat menekan angkaa ulah oknumm tidak bertanggungjawabb ini. Sering kitaa lihat di koran atau televisi, adanya tingkat kekerasan disekolah dan bullying (penganiayaan) terhadap sesamaa teman sejawat. Itu jugaa perlu dihindarii demi kemajuan pendidikann Indonesia.

Ekonomi Indonesia

Tesis

Ekonomi Rakyat adalah “kegiatann ekonomi rakyat banyakk”. Jika dikaitkan dengan kegiatann pertanian, maka yang dimaksudd dengan kegiatann ekonomi rakyat adalah kegiatann pertanian, maka yang dimaksud dengan kegiatan ekonomii rakyat adalah kegiatan ekonomi petanii atau petternak atau nelayan kecil, petani gurem, nelayan tanpa perahu, petani tanpa tanah dan sejenisnya; dan bukan peternak besar, MNC pertanian, perkebunan dan sejenisnya.

Argumentasi

Perspektiff lain dari ekonomi rakyat ddapat pula dilihat dengann menggunakan perspektif jargon:”ekonomi darii rakyat, oleh rakyatt, dan untuk rakyat”

“Dari rakyat”, berartii kegiatan ekonomi ituu berkaitan dengan penguasaann rakyat dan aksesibilitas rakyatt terhadap sumber daya ekonomii. Rakyat menguasai dan memilikii hak atas sumber dayaa untuk mendukung kegiatann produktif dan konsumtifnyaa.

“Oleh Rakyat”, berrarti proses produksi dan konsumsii dilakukan dan diputuskan oleh rakyatt. Rakyat memiliki hak atass pengelolaan prosess produktif dan konsumtif tersebutt. Berkaitan dengan sumberdayaa (produktif dan konsumtif), rakyat mempunyai alternatif untukk memilih dan menentuukan sistem pemanfaatann, seperti berapa banyak jumlahh yang harus dimanfaattkan, siapa yang memanfaatkann, bagaimana proses pemanfaatannyaa, bagaimana menjagaa kelestariann bagi proses pemanfaatann berikutnyaa, dan sebagainya.

“Untuk rakyat”, berarti rakyat banyakk merupakan ‘beneficiaries utama dari setiapp kegiatan produksii dan konsumsi. Rakyat menerima manfaatt, dan indikator kemanfaatan palingg utama adalah kepentingann rakyat.

Penegasan Ulang

Dalam hal ini butuh pula dikemukakan bahwaa ekonomi rakyat bisa berkaitan dengan siapa saja, dalam arti bahwa kegiatan transaksi bisa dilakukan juga dengan “non-ekonomi-rakyat”. Juga tak ada pembatasann mengenai besarann, jenis produk, permodalan, sifat usaha dan sebagainya. Ekonomi rakyatt tidak ekslusif tetapi inklusif dan terbbuka. Kendati demikian, sifat fundamental diatas telahh pula menciptakann suatu sistem ekonomii yang terdiri darii pelaku ekonomi, norma, kesepakatan dan mekanisme transaksi, yang umumnya telah memfasilitasi ekonomii rakyat untuk bisa bertahan hidup dan berkembang sejalann dengan perkembangan sosiall ekonomi masyarakatnnya.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×