20 Contoh Teks Paragraf Narasi dan Teks Karangan Pendek/Singkat ( tentang Kekeluargaan, Sekolah, Liburan, Sejarah, Lingkungan, Pengalaman Pribadi, Sahabat)

Kali ini kita akan membahas sebuah materi pelajaran bahasa indonesia yaitu tentang contoh teks narasi dan teks karangan pendek/singkat, dimana akan kita bahas mengenai pengertian dan 20 contoh teks narasi dan karangan singkat / pendek, dan 7 paragraf sederhana sesuai kaidah 5w1h.
20 Contoh Teks Paragraf  Narasi dan Teks Karangan Pendek/Singkat ( tentang Kekeluargaan, Sekolah, Liburan, Sejarah, Lingkungan, Pengalaman Pribadi, Sahabat)

Pengertian Teks Narasi 

Narasi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam sebuah tulisan yang rangkaian peristiwa dari waktu ke waktu dijabarkan dengan urutan awal tengah dan akhir.

Narasi adalah sebuah paragraf yang dibuat dengan tujuan memberikan sebuah hiburan atau pengalaman estetis kepada para pembaca.

Narasi dapat berupa fiksi dan dapat pula non fiksi. Narasi dapat dijumpai pada karya seperti cerpen, biografi, novel dan lain sebagainya.

Contoh Teks Narasi Singkat

Inilah beberapa contoh tentang teks narasi dan teks karangan tentang 20 kekeluargaan singkat/pendek.

Contoh 1

contoh yang pertama adalah contoh teks narasi singkat/pendek

Pesan dari Ibu

Aku, Diana Subagja adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Aku adalah mahasiswa yang kuliah di Jurusan Ilmu Pendidikan. Ya, aku ingin menjadi seorang guru. aku berpikir bahwa guru adalah profesi yang begitu mulia, dan aku juga begitu senang mengajarkan sesuatu kepada orang lain. Guru adalah cita-cita ku selama ini. 

Ayah ku, Diki Subagja adalah pengusaha yang mempunyai dua restoran dengan Bebek sebagai menu spesialnya. Meskipun ayah adalah pengusaha yang begitu mencintai akan pekerjaannya, ia selalu meluangkan waktu untuk keluarga. Sebisa mungkin, ia pulang di awal petang agar bisa berjumpa dengan anak-anaknya sebelum mereka semua tidur. Seorang yang demokratis, ya itulah ayah. Ia membebaskan anak-anaknya untuk menjadi apapun yang mereka sukai. Ia belum pernah sekalipun memaksa atau membujukku untuk meneruskan usaha restoran yang telah dibangunnya sejak 10 tahun lalu. Begitu ayah tahu aku ingin menjadi seorang guru, sama sekali ia tidak membantahnya, ia malah mendukung dan mengirimku untuk kursus mengajar selama 6 bulan di Amerika. Ia ingin, apapun profesi yang digeluti oleh anak-anaknya kelak, itu adalah pilihan mereka sendiri dan mereka begitu berdedikasi atas profesi tersebut. 

Ibu, Andika Sukmayanti, adalah wanita yang cantik. Tetapi aku begitu sedih, karena aku telah kehilangan beliau. Ibu meninggal sewaktu si kembar Dwiki dan Andra, 15 tahun yang lalu. Ibu adalah seorang guru di sekolah dasar. Ia adalah guru yang baik, bahkan sampai sekarang, setiap tahunnya beberapa siswa yang pernah ibu ajar, selalu berziarah ke makam ibu. Ibu juga merupakan alasanku menjadi guru, aku begitu berambisi untuk meneruskan perjuangan ibu semenjak ia meninggal. Ibu juga selalu berpesan kepadaku, untuk menjaga adik kembarku setiap saat dan mengajarkan mereka hal-hal baik dalam kehidupan. 

Sekarang, kedua adikku telah duduk di kelas 1 SMA. Mereka tumbuh sebagai anak-anak yang pintar dan baik. Sepertinya, mereka lebih berpeluang untuk menjadi seorang pengusaha, meneruskan bisnis ayah. Mereka selalu suka apabila diajak ayah untuk melihat pemotongan bebek, proses memasaknya, dan bahkan mereka sering praktik menjadi pelayan untuk menawarkan menu ke pelanggan. Lagi-lagi, ayah tidak pernah memaksa mereka, semua itu pilihan adik-adikku. 

Aku bersyukur, bisa menjaga keluargaku dengan baik. Sesuai pesan ibu. :)

contoh 2

contoh yang kedua adalah contoh teks narasi tentang sekolah, Liburan, dan Lingkungan.

Awal Masuk SMA

Hari ini tepat satu tahun aku masuk SMA. Aku benar-benar menyadari kalau banyak sekali kegiatan di sekolahku. Setiap hari, aku harus bangun pagi karena di sekolahku gerbang depan akan ditutup tepat pukul 07.00. Agar tidak terlambat, setiap hari aku bangun pukul 05.00 pagi. Kemudian, aku segera mengenakan pakaian seragamku dan tak lupa aku memerikasa kembali buku apa saja yang harus aku bawa pagi ini. Hal itu aku lakukan hanya untuk memastikan tidak ada lagi hal penting yang tertinggal. Selanjutnya, aku akan sarapan yang telah disiapkan oleh ibuku.  

Kira-kira pukul 06.00 pagi, aku berangkat ke sekolah dengan menaiki sepeda. Jarak sekolahku dari rumah tidaklah begitu jauh. Banyak kegiatan yang yang harus aku kerjakan selama berada di sekolah. Membuat mading sekolah, belajar, dan mengikuti ekstrakulikuler. Meski banyak kegiatan, aku merasa senang menjalaninya.  Punya banyak teman, belajar, pengetahuan, dan bermain bersama teman-teman adalah hal yang tidak akan pernah terlupakan

Demikianlah beberapa Contoh Teks Narasi tentang Pengalaman pribadi, semoga dapat membantu adik-adik dalam mengerjakan tugas sekolah. Selain itu, artikel dengan judul Contoh Teks Narasi juga dapat menjadi salah satu referensi kalian untuk menambah wawasan. Jangan lupa kunjungi blog kami di bahasaindonesiaku.net yaa. Ada banyak sekali artikel bermanfaat lainnya lho. Terimakasih.


Contoh 3

contoh yang ketiga adalah contoh teks narasi yang bertuliskan tentang pengalaman sendiri, karangan diri sendiri ini di sajikan spesial untuk pembaca.

Nasib Rakyat Kecil

Aku terhanyut dalam lamunan. Sepertinya, aku harus duduk sebentar untuk beristirahat. Kasihan kakiku mulai gemeteran. Mungkin, ia lelah menemaniku berjalan. Seharian ini aku berdagang. Aku berjualan dan menjajakan air minum di atas kereta api jurusan Rangkas Bitung—Jakarta Kota. Biasanya, jika penumpang penuh berjubel, berdesak-desakan, dan sesak, sehingga kereta ini lebih mirip dengan kandang kambing daripada sarana transportasi. Bau yang tak sedap bertebaran di mana-mana dan bercampur dengan bau keringan para penumpang. Tenggorokanpun terasa kering. Oleh karena itu, aku berjualan minuman dan saat itu adalah saat keberuntunganku. Saat-saat seperti itu daganganku akan laku keras dan aku juga bisa mengeruk keuntungan yang lumayan banyak. Semua hasil dari berjualan aku gunakan untuk membiayai sekolahku dan juga aku berikan kepada ibuku untuk keperluan sehari-hari. Hal itu, cukup membuatku senang karena selain bisa mandiri aku dapat membantu ibuku. 

 
Akan tetapi, semenjak diadakannya penertiban pedagang di atas kereta lima hari yang lalu, rasanya seperti sudah jatuh tertimpa tangga pula. Bagaimana tidak pusing aku dibuatnya? Sudah hidup sehari-hari sudah, ditambah lagi dengan adanya larangan itu. Aku terpaksa main kucing-kucingan dengan petugas penertiban di kereta. Jika nasibku bagus, aku akan lolos dari petugas dan dapat berjualan lagi. Jika aku ditangkap oleh petugas, daganganku akan dibuang secara paksa dan uang hasil jualanku harus diserahkan sebagai denda karena melanggar aturan. Setiap klai berjualan di kereta, aku selalu saja was-was. Tapi, jika aku tidak berjualan, aku akan bingung memikirkan biaya sekolahku.

Sebagai rakyat kecil, aku sangat bingung. Pemerintah seakan tidak memihak kepada rakyat kecil. Memang, terkadang aku juga menyadari bahwa penertiban itu dilakukan juga untuk kebaikan para penumpang dan demi kenyamanan para penumpang. Tetapi, tidak seharusnya para petugas membuang dan meminta denda dari para pedagang yang untungnya tidak seberapa seperti aku ini. Aku lebih berharap pemerintah memberikan lahan untuk berjualan yang banyak pembelinya, sehingga aku dan teman-teman bisa berjualan dengan tenang.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×