7 Contoh Essay/Esai Singkat 2018 (tentang Diri sendiri, Pendidikan, Ekonomi, Narkoba, dan Indonesia)

kali ini admin akan memberikan contoh esai/essay singkat 2018 tingkat Sma kurikulum nasional. Adapun materi yang kita akan bahas mengenai essay/esai tentang contoh essay singkat tentang diri sendiri, indonesia, pendidikan, narkoba.
7 Contoh Essay/Esai Singkat 2018 (tentang Diri sendiri, Pendidikan, Ekonomi, Narkoba, dan Indonesia)

Esai/essay adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya. Pengarang esai disebut esai. Esai sebagai satu bentuk karangan dapat bersifat informal dan formal. Esai informal mempergunakan bahasa percakapan, dengan bentuk sapaan saya dan seolah-olah ia berbicara langsung dengan pembaca. Adapun esai yang formal pendekatannya serius. Pengarang mempergunakan semua persyaratan penulisan.

Pengerian Esai/Essay

esai adalah suatu karangan atau tulisan yang membahas suatu masalah secara sekilas dari sudut pandang pribadi penulisnya. Dari pengertian tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa esai adalah tulisan yang mengandung opini dan sifatnya subjektif atau argumentatif. Pandangan-pandangan pribadi tersebut haruslah logis dan dapat dipahami dengan baik. Tidak hanya itu, argument yang disampaikan dalam esai harus didukung oleh fakta, sehingga esai tersebut tidak menjadi tulisan yang fiktif atau imajinasi sang pengarang belaka. Tujuan ditulisnya sebuah esai yaitu untuk membuat masyarakat yakin terhadap sudut pandang penulis mengenai suatu isu. Oleh sebab itu, wajib adanya data atau fakta yang mendukung.

Contoh essay/Esai

inilah beberapa contoh esai tenntang diri sendiri, indonesia, pendidikan, ekonomi, sebagai berikut.

contoh 1

contoh pertama merupakan contoh essai/esai tentang pendidikan dengan tema dampak perubahan kurikulum.

Dampak Perubahan Kurikulum di Indonesia

Seperti yang kita ketahui, perubahan kurikulum pendidikan di tingkat sekolah dasar dan menengah sudah terjadi berkali-kali di Indonesia. Perubahan tersebut dari waktu ke waktu tentunya menimbulkan suatu dampak yang cukup besar. Dapat diibaratkan bahwa kurikulum adalah setir kendali kegiatan pembelajaran di dalam kelas yang mana guru adalah seorang supirnya. Erat sekali dampak perubahan kurikulum tersebut terhadap performa guru dalam mengajar.

Kegamangan yang dirasakan guru-guru di sekolah terjadi sejak diberlakukannya kurikulum 2013 yang mana terdapat cukup banyak perubahan didalamnya. Kegamangan tersebut semakin diperparah dengan adanya kebijakan pemerintah memberlakukan 2 kurikulum berbeda, yaitu kurikulum 2006 dan 2013. setalah adanya tinjauan bahwa kurikum 2013 dianggap belum benar-benar matang dan guru-guru dianggap belum siap menerapkannya. Tetap diterapkannya kurikulum 2013 yaitu di sekolah-sekolah yang dianggap telah mampu menjalankannya dengan cukup baik.

Kegelisahan yang dirasakan guru-guru tentunya berdampak pada performa mereka dalam mengajar. Kegelisahan tersebut adalah tentang teknik dan metode mengajar apa yang seharusnya guru gunakan di dalam kelas dan bagaimana membuat siswa juga nyaman belajar dengan tuntutan kurikulum yang baru. Ada kalangan guru yang mengeluh bahwa siswa mereka tidak menyukai pembelajaran dengan kurikulum baru yang cenderung melatih siswa untuk menjadi mandiri dalam banyak aspek sedangkan mereka sebelumnya telah terbiasa dengan metode spoonfed yang mana guru banyak memberi penjelasan dan murid menyimak. Kalangan guru-guru yang sudah lanjut usia juga mengalami dampak dari perubahan tersebut dimana kurikulum 2013 membutuhkan keahlian dalam teknologi sedangkan mereka merasa sudah tua untuk belajar tentang teknologi.

contoh 2

contoh kedua merupakan contoh essay/esai tentang diri sendiri

Nama saya Anggi Permata Dewi, saya lahir di Jakarta 19 Desember 1993. Saya memiliki ibu dan bapak yang amat menyayangi saya, terlebih lagi di tambah dengan dua saudara kandung saya yang begitu lucu dan menggemaskan. Saya dibesarkan di daerah Ibukota, tepatnya di Jakarta. Tempat dan kota yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Ya, Jakarta memanglah menjadi salah satu kota yang padat penduduknya.
Saya memulai pendidikan saya sejak berusia 5 tahun, waktu itu saya langsung di daftarkan ke TK B oleh orang tua saya. Karena kemampuan membaca saya yang sudah lumayan mahir saya pun tidak perlu lagi masuk TK A terlebih dahulu. Setelah itu saya memasuki Sekolah Dasar (SD) umur 6 tahun. Ya, waktu itu belum ada ketentuan seperti sekarang yang boleh masuk SD apabila sudah berusia 7 tahun, peraturan memang berubah seiring berjalannya waktu.
Kemudian memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) saya sangat senang karena saya memasuki SMP unggulan pada masa itu. Memasuki SMP saya mulai aktif di dalam organisasi. Waktu itu organisasi pertama yang saya ikuti adalah Paskibra, PMR, dan Futsal. Menginjak Sekolah Menegah Atas (SMA) saya cukup sedih karena saya tidak bisa mendapatkan sekolah SMA Negeri unggulan di karenakan tempatnya yang lumayan jauh. Akhirnya sayapun memilih untuk bersekolah di salah satu SMA swasta terbaik di Jakarta Pusat.
Masa-masa SMA memanglah  menjadi masa-masa yang paling indah. Begitulah kebanyakan orang berkata apabila ia sedang mengenang masa sekolahnya, terlebih lagi di masa SMA. Sewaktu SMA entah mengapa ke tertarikan saya dengan Paskibra semakin melonjak, setelah melihat atraksi MOS oleh kakak-kakak senior. Akan tetapi saya harus menjadi anggota OSIS apabila saya ingin mengikuti salah satu exkul tersebut. Dari situ saya mulai tidak percaya diri karena jujur saya amat sangat tidak menyukai OSIS di sekolah SMA saya waktu itu, dikarenakan seniornya yang terkenal galak apabila sudahmemakai jaket dan baret. Kenapa saya tidak suka OSIS di SMA saya dan kenapa OSIS di SMA saya memakai jaket dan baret, karena OSIS di SMA saya memiliki pendidikan dasar sebagai SEMI MILITER.
Enam bulan masa-masa SMA terlewati, saatnya pemilihan OSIS di era tahun pelajaran baru pun di adakan. Saya merasa tenang karena saya yakin saya tidak mungkin terpilih, tidak perlu repot ini itu. Akan tetapi betapa terkejutnya saya ketika nama saya di panggil oleh Kepala Sekolah saat itu. Dengan hati yang amat sangat berat pun akhirnya saya maju kedepan bersama teman-teman yang lain, yang juga telah disebutkan namanya.
Pelantikan pun dimulai. Seleksi demi seleksi kami lewati. Sekolah 7 hari full, tanpa ada istirahat.hari minggu kami gunakan untuk latihan, latihan dan latihan. 3 hari 2 malam kami melaksanakan tempat diklat sekaligus pelantikan di dearah purwakarta, desa Bojong, jawa barat. Di sana mental dan fisik kami benar-benar di latih. Hari ke 3 kami di turunkan di GOR Bekasi. Ya, kami harus melewati satu rintangan lagi, yaitu (long march) kata-kata yang selalu digunakan para senior untuk kata lain dari perjalanan jauh, dari GOR bekasi sampai Sekolah kami tercinta SMA Ksatrya Jakarta Pusat.
Malam itu pukul 21.00 WIB setelah melakukan Apel dan mendengarkan sedikit sambutan dari kepala sekolah kami melakukan long march dari GOR Bekasi ke Jakarta. Mungkin agak sedikit konyol jalan jauh dari Bekasi ke Jakarta hanya demi sebuah jaket dan baret tapi dari situlah saya paham mengapa kakak senior kami selalu bersikap tegas ketika menggunakan seragam yang amat sakral tersebut.
Sekitar puluk 03.00 WIB dini hari kami tiba di sekolah kami. Rasa lelah tak lagi kami rasakan setelah kami sampai di sekolah. Menjelang upacara pukul 07.00 WIB kami para calon anggota OSIS tahun ajaran baru mempersiapkan segala sesuatunya. Hingga tibalah waktu yang sangat kami nantikan, karena saya ingin tahu siapa diantara 20 calon anggota OSIS ini yang akan terpilih menjadi ketua OSIS.
Sambutan demi sambutan telah selesai. Tibalah saat dimana Pak kepala Sekolah menyebutkan 2 nama yang akan menjadi peran penting pada sekolah tersebut. Nama pertama waktu itu untuk jabatan Sekretaris 1 dengan nama Yuni Yanti. Hati saya semakin berdebar, saya mulai putus asa untuk mendengar nama saya di sebut oleh pak kepala sekolah. Saya berfikir tidak mungkin OSIS dengan dasar semi militer di pimpin oleh ketua seorang wanita. Tapi betapa terkejut saya ketika pak kepala sekolah menyebut nama saya sebagai Ketua OSIS periode 2010/2011 saya hampir tak percaya, bagaimana tidak saya terpilih dan dipercaya sebagai ketua pada periode itu.
Sebelum kedepan untuk di pasangkan jaket dan baret terlebih dahulu saya melihat wajah kedua orang tua saya yang tersenyum bahagia melihat saya terpilih. Saya bisa terpilih dan mengalahkan semua kandidat atas berkat doa dan dukungan dari kedua orang tua saya. Kebahagiaan saya tak hanya berhenti disitu. Saat menginjak kelas XI dan kecintaan saya dengan Paskibra saya Mampu membawa nama baik sekolah saya di bidang Pendidikan Baris-Berbaris (PBB) saya mewakilkan sekolah menjadi anggota PASKIBRAKA Walikota Jak-Pus periode 2009. Selain itu sayapernah menjuarai Lomba Latihan Gabungan Antar DKI Jakarta menjadi juara pertama sebagai Danton, Komandan dan Peserta baris-berbaris.
Menginjak bangku kuliah, saya memilih untuk beristirahat dan tidak mengikuti segala bentuk organisasi yang ada. Bukan karena saya tidak ingin menjadi mahasiswa aktif, hanya saja saya ingin beristirahat pada segala jenis kegiatan dan fokus dengan kuliah.
Menurut teman – teman saya, saya adalah pribadi yang keibuan namun menyenangkan karena banyak yang mengatakan bahwa mereka nyaman berteman dengan saya dan saya pun menyadari hal tersebut. Saya adalah pendengar yang baik, saya sering dijadikan tempat curhat oleh teman-teman saya. Saya terkesan pemalu dan lebih cuek bila baru mengenal seseorang, namun itu hanyalah gambaran sementara, setelah jauh mengenal saya, pasti semua hal yang dikatakan tersebut akan berbanding terbalik. Saya cukup mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, sehingga saya cepat dengan mudah mendapatkan pertemanan. sering juga saya merasa bosan apabila mendapatkan hal-hal yang tidak berubah dalam suatu lingkungan, ataupun situasi yang membuat saya bosan ( hal menunggu itulah yang membuat saya bosan ).
Saya termasuk orang yang tertutup, hanya sedikit bersikap terbuka kepada teman-teman terdekat saja itupun hanya teman-teman yang bisa saya percaya saja. Saya suka mendengarkan musik sambil bersenandung kecil. Saya suka pada hal-hal yang menantang. Saya adalah orang yang bertanggung jawab dan baik, sehingga selama ini belum ada hal-hal yang bermasalah dengan teman,keluarga,dan orang sekitar saya. Saya lebih suka pada orang yang bersikap apa adanya karena mereka lebih asik untuk diajak berteman. Saya juga tipe orang yang pemaaf, setiap kesalahan seseorang selalu saya maafkan dan lupakan dan saya juga tidak suka orang yang pendendam.
Saya adalah seseorang yang sangat mencintai keluarga,saya lebih suka menikmati liburan bersama keluarga dirumah dibanding bermain dengan teman, karena akhir pekan menurut saya adalah waktu untuk keluarga,dan hari yang lain waktu untuk bekerja dan belajar. Terkadang pula saya bermain bersama teman-teman diakhir pekan, sekedar untuk menghilangkan penat setelah berakktifitas dalam seminggu.
Saya mempunyai hobi yang berubah-ubah. Dulu saya sangat suka dengan bersepeda,namun seiring berjalannya waktu hobi itu tiba-tiba berubah. Saya suka sekali dengan membaca,namun sekarang hobi itu juga sudah hilang dimakan zaman. Entah apa yang membuat saya sendiri melupakan hobi membaca ini, terkadang sudah sibuk dengan segala tugas, sehingga hobi yang satu ini saya tinggalkan. Dan yang baru-baru ini hobi saya sedikit agak aneh, yaitu tidur. Apabila sudah melihat kasur,bantal,dan guling langsung saya tertidur pulas.  Bisa saya simpulkan saya seorang yang mudah bosan.
Begitulah diskripsi singkat mengenai diri saya, saya selalu berusaha untuk memperbaiki kekurangan yang ada dalam diri saya, dan tidak menjadikan kekurangan yang ada dalam diri saya sebagai suatu halangan untuk bisa lebih baik. Tujuan saya ingin menjadi yang terbaik di antara yang baik. Selalu menjadi sosok yang sesederhana mungkin. Tetap terus berdoa dan berusaha agar segala sesuatunya dapat berjalan dengan seimbang. Karena hanya doa yang dapat merubah takdir. Sebaik-baiknya Rencana yang telah kita buat,  Rencana Tuhan Yang Maha Esa tetaplah yang paling terbaik. 

Contoh 3

contoh 3 adalah contoh essaiy/esai tentang bahasa indonesia.

INI INDONESIA KU BUKAN NEGERINYA BANGSA ASING

Ditulis oleh : Adi Sutrisno

       Indonesia mempunyai berbagai macam suku dan budaya dengan ragam bahasa dan kekayaan alam yang sangat  melimpah. Beragamnya suku dan budaya menjadikan bangsa Indonesia terkenal dengan tempat pariwisatanya baik dalam bidang budaya maupun panorama keindahan alam sehingga membuat negara Indonesia seakan-akan menjadi sebuah surga yang banyak diincar oleh parawisatawan baik dalam negeri, mancanegara, maupun internasional. Seiring dengan derasnya arus globalisasi, bangsa Indonesia seakan menjadi terlelap dengan perubahan zaman sebab banyak sekali kekayaan alam dari tanah surga yang rampas oleh bangsa asing seperti pertambangan PT. Freeport Indonesia (PTFI atau Freeport) di Irian Jaya, perkebunan sawit di pulau Kalimanan, Sumatra dan Sulawesi yang sebagian besar merupakan milik perusahanan asing sedangkan bangsa Indonesia hanya bisa terdiam dan asyik menyaksikan kekayaan alam yang mereka punya dikuras oleh bangsa lain. Alam seakan-akan menjadi murka dengan ketidakpedulian bangsa ini sebab banyak bencana dan kekacauan yang terjadi diseluruh negeri seperti banjir, kemarau dan kekeringan yang berkepanjangan yang disebabkan karena ketidakseimbang alam dan lingkungan yang rusak akibat dari pengexploitasian sehingga membuat bumi Indonesia yang dulunya merupakan tanah surga menjadi sebuah neraka yang penuh dengan bencana dan kekacauan sosial seperti meningkatnya kasus korupsi dan tindakan kriminal lainnya.

Kekayaan bangsa Indonesia sangat beragam, dari salah satu yang telah dipaparkan sebelumnya, bahasa daerah merupakan salah satu dari kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia. Indonesia memliki berbagai macam bahasa daerah yakni 748 bahasa daerah yang merupakan sebagai bahasa ibu. Bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu bagi kebanyakan penuturnya, ini dapat dilihat dari peresentase penggunaan bahasa keseharian dalam berkomunikasi dan bersosialisai yaitu lebih dari 90% warga Indonesia menggunakan salah satu dari 748 bahasa daerah sebagai bahasa kesaharian mereka.

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi Republik Indonesia yang saat ini mulai meluntur dan kurang diminati dari banyak kalangan baik pelajar maupun masyarakat umum, ini disebabkan mulai dari kebiasaan menggunakan bahasa daerah dibandingkan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu dan yang menjadi faktor besarnya yaitu sebagian besar dari persyaratan lapangan kerja yang tersedia dan program beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah dan perguruan tinggi yang harus mewajibkan mempunyai penguasaan dalam berbahasa asing seperti Bahasa Inggris, sehingga menyebabkan kecerdasan anak bangsa dinilai dari kemampuan bisa atau tidaknya dalam penguasaan bahasa asing tanpa melihat dari skill  dan prestasi akademis yang mereka miliki. Fakta yang menjadi sebuah bukti nyata bahwa kurangnya minat dan kemapuan berbahsa indonesia dibandingkan bahasa asing dikalangan pelajar yaitu dapat dilihat dari hasil belajar siswa melalui Nilai Ujian (UN). Dalam  http://www.bisnis.com/  diberitakan, Tahun 2012 tercatat bahwa siswa SMA yang tidak lulus UN mencapai 7.579 siswa, dari 1.524.704 peserta UN. Menurut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, kebanyakan siswa jatuh di nilai Bahasa Indonesia dan Matematika.

Meskipun Bahasa Indonesia bukan bahasa ibu, namun kesadaran akan pentingnnya menjaga, dan memperdalami pelajaran Bahasa Indonesia perlu tetap ditingkatkan demi mempertahankan keutuhan dan kelestarian Bahasa Indonesia di negeri sejuta pahlawan ini. Tindakan yang dapat diterapkan yaitu menumbuhkan rasa Nasionalisme dan kesadaran diri masing-masing individu akan pentingnnya belajar dan menggunakan Bahasa Indonesia, baik dalam lingkungan berkomunikasi antarsesama maupun dilingkungan skala nasional. Jika hal tersebut tidak segera dilakukkan maka lambat laun Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional akan segera tersingkirkan oleh bahasa asing.

Ada sebuah pertanyaan besar untuk bangsa ini, “Ini Indonesia ku atau Negerinya bangsa asing ?” itulah yang harus kita jawab sekarang, sebab seiring dengan berkembangnya zaman dieraglobalisasi banyak sekali keadaan yang telah berubah dari negeri tanah surga (Indonesia). Negeri Indonesia soalah berubah menjadi negerinya bangsa asing sebab banyak sekali jati diri  dari bangsa Indonesia yang telah hilang, mulai dari bergesernya secara perlahan-lahan Nasionalisme bangsa Indonesia terhadap Bahasa Indonesia ke bahasa asing ( Bahasa Inggris), pengexploitasian sumber daya alam dibumi Indonesia secara besar-besaran oleh perusahaan asing dan budaya barat yang menggantikan budaya timur sehingga sekarang ini banyak sekali masyarakat Indonesia terutama pemuda-pemudi yang bergaya dan berpenampilan ala budaya barat dari sisi negatifnya membawa dampak buruk seperti meningkatnya kasus-kasus kriminal, mengundang maksiat, tindakan asusila dan lainnya.

Saat ini banyak sekali negara-negara luar yang berusaha mempelajari bahasa Indonesia, dengan tujuan supaya dapat berbahasa Indonesia dengan baik sehingga dapat berkomunikasi dengan penduduk Indonesia. Banyak sekali penawaran kepada guru-guru dan dosen pengajar Bahasa Indonesia untuk dapat menjadi tenaga pengajar dinegeri mereka, ini menunjukan ada sesuatu yang menjadi daya tarik bangsa asing terhadap negara Indonesia. Mungkin hal tersebut merupakan sebuah informasi yang sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia tetapi kita sebagai bangsa Indonesia jangan segera berpuas diri dan terlarut dalam kegembiraan karena kita harus tetap memfilter Negeri Indonesia dari segala aspek, jangan sampai bangsa Indonesia ini dijajah lagi oleh bangsa asing meskipun bentuk penjajahnya secara tidak langsung dapat berupa pegexploitasian kekayaan alam, asimilasi budaya timur kebudaya barat dan sumber daya manusia di Negeri Indonesia.

Segala bentuk kecemasan akan pergeseran budaya dan perubahan jati diri bangsa Indonesia serta pengexploitasian kekayaan yang ada dibumi Indonesia setidaknya membuat kita segera menyadari bahwa negeri ini harus segera bangkit jangan biarkan kekayan di tanah surga  diexplotasi dan oleh bangsa asing. Ini Indonesia ku, ini Indonesia kita, ini indonesia milik seluruh bangsa Indonesia bukan negerinya bangsa asing yang sekehendak kemauan mereka menguasainya. Apakah kita sebagai bangsa Indonesia tetap tinggal diam dengan segala bentuk penjajahan terhadap negara Indonesia ?. Segera lakukanlah perubahan dan rebut kembali kekayaan alam yang menjadi hak milik bangsa ini sehingga anak bangsa sendiri yang nantinya mengolah hasil alam yang ada di Indonesia demi kemajuan dan kemakmuran negara tanah air Indonesia.



Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×