8 Contoh Teks Wawancara Singkat Sederhana 2018 (tentang Pendidikan, Agama, Kebakaran, Kesehatan, dan Kenakalan Remaja)

Contoh teks wawancara singkat sederhana 2018 adalah materi pelajaran bahasa indonesia tingkat SMA/SMk. adapun pengertian dari teks wawancara dan contoh teks wawancanra singkat beserta dengan strukturnya.
8 Contoh Teks Wawancara Singkat Sederhana 2018 (tentang Pendidikan, Agama, Kebakaran, Kesehatan, dan Kenakalan Remaja)

Wawancara adalah sebuah kegiatan tanya jawab yang dilakukan oleh pewawancara sebagai penannya dan narasumber sebagai orang yang ditanya. Kegiatan ini dilakukan untuk mencari informasi, meminta keterangan, atau menanyai pendapat tentang suatu permasalahan kepada seseorang. Dengan kata lain, bisa disimpulkan bahwa wawancara adalah kegiatan menggali informasi dari narasumber dengan cara tanya jawab.

Pengertian Teks Wawancara 

Wawancara adalah suatu kegiatan yang dipandu dan rekaman pembicaraan atau tatap muka suatu percakapan yang di mana seseorang mendapat informasi dari orang lain.

Contoh Teks Wawancara

Di bawah ini adalah contoh wawancara tentang pentingnya menuntut limu dengan narasumber yang merupakan seorang cendekiawan.

Contoh 1 

Contoh pertama meupakan contoh teks wawancara singkat tentang pendidikan di indonesia.

Pewawancara :
Selamat pagi Professor Widodo, apakah saya boleh meminta waktunya sebentar untuk mewawancarai Bapak ?

Narasumber :
Selamat pagi, Adik dari mana ya ?

Pewawancara :
Saya dari majalah pendidikan Pintu Ilmu, ingin mewawancarai Bapak mengenai pentingnya menuntut ilmu.

Narasumber :
Oh, kalau begitu mari langsung saja dimulai wawancaranya!

Pewawancara : 
Kalau boleh, bisakah bapak menceritakan profil singkat pendidikan Bapak ?

Narasumber :
Saya pernah bersekolah di SDN 1 Tanjung Gading, kemudian saya melanjutkan SMPN 1 dan SMA 1 Suka Maju. Setelah itu saya kuliah di Universitas Terang Benderang dan mengambil jurusan Ilmu Filsafat. Saya mendapatkan gelar professor saya di Universitas Indonesia.

Pewawancara :
Sudah berapa lama Bapak menyandang gelar professor ini ?

Narasumber :
Saya mendapatkan gelar professor saya dalam bidang filsafat ketika saya berumur 45 tahun, jadi kira – kira sudah 4 tahun.

Pewawancara :
Apasih yang memotivasi Bapak untuk terus belajar di hari tua Bapak ?

Narasumber : 
Bagi saya ilmu adalah nafas, jadi jika saya tidak belajar atau berhenti belajar saya akan mati. Hal ini dikarenakan ilmu sangatlah penting untuk dipelajari tidak peduli berapapun umur kita karena ilmu selalu berkembang dan jika kita berhenti belajar maka kita akan tertinggal.

Pewawancara :
Jadi meskipun sudah menjadi professor pun Bapak masih belajar.

Narasumber :
Tentu, hingga saat ini pun saya masih mempelajari ilmu – ilmu yang telah saya dapatkan dan ilmu – ilmu baru dengan cara belajar sendiri maupun mengajar mahasiswa. Mengajar juga bisa dijadikan sarana untuk mengajar karena mengajar bukan hanya mentransfer ilmu saja, melainkan beridiskusi dengan para mahasiswa mengenai berbagai macam hal.

Pewawancara :
Menurut Bapak mengapa sih menuntut ilmu itu penting ?

Narasumber :
Ilmu adalah suatu hal yang bisa menaikan derajat kita di mata Tuhan dan manusia. Dengan ilmu kita bisa memperbaiki diri kita sendiri dan masayarakat sekitar kita. Tanpa ilmu, kita akan kembali ke jaman primitive dan kita tidak bisa memberikan manfaat kepada orang lain karena sebaik – baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain.

Pewawancara :
Menurut Bapak sejak kapan kita mulai menutut ilmu dan sampai kapan ?

Narasumber :
Nabi Muhammad SAW bersabda tuntulah ilmu dari buaian hingga liang lahat. Beliau memerintahkan kita untuk terus menuntut ilmu sepanjang hidup kita di mulai dari kecil hingga kita mati. Waktu yang paling pas untuk belajar adalah ketika kita berumur 4 hingga 6 tahun karena masa – masa itu disebut dengan golden age dimana otak akan bekerja dengan sangat optimal. 

Pewawancara :
Menurut Bapak bagaimana dengan dunia pendidikan kita saat ini ?

Narasumber :
Pendidikan kita saat ini masih tertinggal dengan Negara – Negara maju, seperti Amerika, Inggris, dan lain – lain. Hal ini dikarenakan pemrintahnya yang belum berkomitmen untuk memajukan pendidikan di negeri ini dan juga kurangnya dan tidak meratanya pendidikan di negeri ini.

Pewawancara :
Lantas apa yang harus dilakukan oleh pemerintah untuk memajukan dunia pendidikan kita ?

Narasumber :
Pemerintah harus menyatukan tujuan mereka mau di bawa kemana dunia pendidikan ini, dengan cara memberikan kurikulum yang benar – benar baik yang tidak terus menerus mengalami pergantian. Dan juga pemerintah harus memperbaiki fasilitas dan meratakan pendidikan di negeri ini, jangan hanya berkonsentrasi di perkotaan saja, tetapi di seluruh wilayah Indonesia.

Pewawancara :
Saya kira cukup sampai di sini Prof, Terimakasih atas waktunya.

Narasumber :
Terimakasih kembali.

Contoh 2

Contoh kedua meruapakan contoh teks wawancara tentang agama islam


Hasil Interview

Setelah melakukan tanya jawab dengan ki sidiq mengenai:
a.    Tujuan agama
b.    Keyakinan beragama
c.    Hal-hal yang kita ikuti
d.    Peraturan dalam beragama
e.    Asas teladan
f.     Norma
diperoleh jawaban sebagai berikut:
1.    Apakah yang dimaksud dengan agama?
Agama menurut pandangan islam adalah cahaya, petunjuk bagi manusia. Agama juga merupakan tuntunan umat manusia. Bagi umat islam, agama islam merupakan agama yang baik, agama yang diturunkan oleh ALLAH SWT melalui para rasulnya.
2.    Mengapa ki sidiq beragama?
Agama islam merupakan agama yang baik, yang diiturunkan oleh ALLAH SWT melalui para rasulnya. Selain itu agama itu petunjuk bagi manusia, jadi kita beragama agar tetap diberi petunjuk oleh ALLAH SWT menuju jalan yang ALLAH ridhoi.
3.    Perlukah kita menaati hal-hal yang diwajibkan dalam agama kita?
Tentu saja. Ketika kita memilih suatu agama, maka kita telah meyakini agama tersebut dan seluruh umat pasti yakin dan menaati peraturan agama yang dianutnya. Karena pada dasarnya semua agama itu mengajarkan hal-hal yang baik, tidak ada satu agama pun di dunia ini yang menyuruh umatnya untuk berbuat jahat dan lain-lain. Karena berlandasan hal itulah manusia harus memiliki agama sebagai pedoman hidup. Terutama agama yang kita anut.
4.    Adakah peraturan dalam beragama?
Setiap agama pasti memiliki aturan, asas, atau norma tersendiri. Dalam agama islam kita mengenal rukun islam dan iman. Itu adalah rukun, hal yang wajib dilakukan oleh umat islam. Berbeda lagi dengan agama lain selain islam.
Kesimpulan Wawancara

Setelah melakukan wawancara tersebut, saya dpat mengambil kesimpulan bahwa agama merupakan suatu cahaya yang memberikan penganutnya petunjuk menuju jalan yang diyakini “benar atau lurus” oleh penganutnya. Karena saya beragama islam maka jalan yang benar dan lurus itu merupakan jalan hidup yang sesuai dengan tauladan NABI MUHAMMAD yang tertera dalan Alquran dan Al Hadist.
Kita beragama sebagai pengontrol diri untuk tetap berbuat baik dan tidak merugikan orang lain. Agama kita merasa terawasi dan terkontrol sehingga tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh agama kita. Sehingga suatu saat nanti kita berkumpul dengan pemimpin agama yang kita percaya. Dalam kasus saya yaitu NABI MUHAMMAD SAW.
Dalam beragama ada peraturan-peraturan yang harus dipenuhi. Karena agama merupakan pengontrol umat manusia, maka peraturan-peraturan tersebut ada untuk menyempunakan hidup seseorang. Seperti rukun islam dan iman yang dipercaya oleh kaum muslim. Kita sebagai muslim yang baik harus melaksanakan rukun-rukun tersebut, seperti membaca dua kalimat syahadat, sholat, membayar zakat, puasa dan menjalankan ibadah haji.
Dalam rukun iman pun sama, kita harus mempercayai bahwa allah itu ada, nabi dan rasul, kitab-kitab yang ALLAH turunkan, takdir, hari kiamat serta malaikat-malaikat ALLAH yang tek henti-hentinya mengawasi dan berzikir kepada ALLAH SWT.
Saat kita memutuskan untuk beragama, maka kita telah berkomitment untuk patuh dan tunduk terhadap agama tersebut. Semua agama mengajarkan pada hal-hal yang baik. Tidak ada dari mereka yang mengajarkan kejahatan yang menyimpang dari adab kehidupan manusia yang baik dan sesuai dengan kitab suci.

Contoh 3 
contoh ketiga meruapakan contoh teks wawancara tentang kebakaran pedagang di pasar.

Siswi               : Permisi bang , maaf mengganggu ,boleh minta waktunya sebentar ?
Penjual          : Iya boleh neng , Ada yang bisa saya bantu ?
Siswi               : Begini bang kami mendapat tugas dari guru kewirausahaan kami
                          untuk mewawancarai pedagang sebagai narasumber . Apa abang      
                          bersedia untuk di wawancarai ?
Penjual          : Silahkan saja neng .
Siswi               : Kapan abang memulai usaha menjual cakwei ?
Penjual          : Tahun 2005 neng
Siswi               : Pada saat awal abang berjualan , Abang keliling atau menetap
                          dirumah (membuka usaha dirumah)
Penjual          : Pertama dagang abang langsung keliling ,biasanya abang langsung
                          kesekolah sekolah .
Siswi               : Kenapa abang memilih berjualan cakwei , apa alasannya ?
Penjual          : Alasannya abang berjualan cakwei karena memang kemampuan
                          yang dimiliki hanya sebatas itu .
Siswi               : Berapa modal awal yang abang keluarkan untuk berjualan ?
Penjual          : Waktu itu modalnya hanya Rp.40.000, untuk membuat bahan 3kg
                          adonan cakwei.
Siswi               : Apa saja bahan-bahan untuk membuat cakwei ?
Penjual          : Bahannya terigu ,garam,soda kue,bawang putih secukupnya ,dan
                         saus siap pakai yang dimasak terlebih dahulu .
Siswi               : Dalam sehari abang berjualan dari jam berapa sampai jam berapa ?
Penjual          : Dari jam 09.00-17.00 atau 18.00.
Siswi               : dari pertama dagang abang sudah pakai gerobak atau dipikul baru
                         menggunakan gerobak ?
Penjual          : Dulu pertama dipikul ,hampir satu tahun saya menggunakan pikulan
                         , karena saya tidak kuat jika terus dipikul akhirnya saya memilih
                          untuk menggunakan gerobak.
Siswi               : Setelah abang pakai gerobak ,dagangan abang bertambah
                         (bervariasi) atau tidak ?
Penjual          : Ya neng abang tambah dengan cimol dan otak-otak.
Siswi               : Nah setelah abang tambah dagangannya ,berapa modal yang abang
                         keluarkan setiapharinya ?
Penjual          : Ya sekitar Rp.130.000 neng .
Siswi               : Dengan modal Rp.130.000 ,masing-masing bahan bisa abang buat
                         berapa kilogram ?
Penjual          : Cakwe 3kg , cimol 2kg, otak-otak 10 bungkus,minyak goring 1 ½ kg
Siswi               : Berapa penghasilan rata-rata abang setiap harinya ?
Penjual          : Penghasilan sehari Rp.200.000 dengan keuntungan bersih
                         Rp.70.000.
Siswi               : Apabila adonan tidak habis terjual ,maka dibuang atau abang olah
                         lagi ?
Penjual          : Kalau sekiranya masih bagus di simpan di kulkas , tetapi jika adonan
                         sudah melembung di buang .
Siswi               : Nah untuk minyak goreng ,dalam penggunaannya abang pakai
                         berapa kali ?
Penjual          : Saya pakai selama 3kali , setelah itu saya ganti dengan yang baru.
Siswi               : Usaha abang ini ,abang jalankan sendiri atau memang abang buka
                         usaha juga di rumah ?
Penjual          : Tidak neng, abang jalankan sendiri .
Siswi               : Oh gitu yya bang ,saya kira kami sudah cukup banyak mengetahui
                        tentang usaha cakwei ini ,kami mengucapkan terima kasih atas
                        waktu yang abang luangkan ,semoga usaha yang abng jalankan bisa
                        maju .
Penjual          : Amiin ,sama sama neng .

Contoh 4

contoh keempat adalah contoh teks wawancara tentang kesehatan dan kenakalan remaja.

Kenakalan Remaja di Sekolah
Pewawancara: Selamat pagi pak, boleh saya minta waktunya sebentar?
Nara Sumber: Oh..iya selamat pagi, ada apa?

Pewawancara: Begini pak, kami sedang melakukan penelitian tentang kenakalan di sekolah. boleh saya mewawancarai bapak sebagai narasumber kami?
Nara Sumber: Oh...iya boleh, silahkan.

Pewawancara: Em.... menurut bapak apakah kenakalan remaja di sekolah-sekolah khususnya sekolah kita ini telah memprihatinkan karena akhir-akhir ini banyak kasus siswa membolos?

Nara Sumber: Em... iya kenakalan remaja khususnya di lingkungan sekolah memang sepertinya menjadi masalah banyak sekolah seperti sekolah kita. Meski begitu di sekolah kita saya rasa belum sampai ke kategori parah.

Pewawancara: Lantas, kalau seperti kasus-kasus tersebut belum dikatakan parah menurut bapak parahnya bagaimana?

Nara Sumber: Kalau masalah membolos hal itu bisa dikatakan masih wajar sebab di usia sekolah seperti kalian ini emosi siswa masih bergejolak dan banyak ikut-ikutan kawan.

Pewawancara: Selain membolos kenakalan apa lagi yang biasa remaja sekolah lakukan biasanya pak, apakah ada kenakalan lain?

Nara Sumber: Ya, ada yang lain seperti kebiasaan mencontek, berangkat terlambat, tidak mengerjakan tugas, merokok di lingkungan sekolah untuk pria misalnya dan masih banyak lainnya.

Pewawancara: Melihat banyaknya hal buruk yang biasa dilakukan tersebut menurut bapak apa yang seharusnya siswa lakukan agar terhindar dari kenakalan-kenakalan tersebut.

Nara Sumber: Semua hal tersebut jika dilakukan tentunya akan merugikan siswa itu sendiri jadi alangkah baiknya jika setiap siswa dapat memupuk keyakinan bahwa melakukan kenakalan-kenakalan tersebut hanya akan mendatangkan masalah dan kerugian bagi diri sendiri baik sekarang maupun nantinya.

Bisa kamu bayangkan, alangkah ruginya bagi mereka yang membolos sehingga tidak ikut belajar padahal orang tua mereka di rumah banting tulang agar anaknya dapat belajar di sekolah. Sudah bayar mahal terus membolos, bodoh bukan?

Pewawancara: Iya..saya sependapat dengan bapak. Selain itu, apakah pihak sekolah memiliki strategi-strategi khusus untuk mencegah hal-hal tersebut pak?

Nara Sumber: Sebagai instansi yang bertanggungjawab terhadap anak didik tentu saja sekolah memiliki beberapa solusi untuk mencegah kenakalan-kenakalan tersebut. Sebagai contoh anak yang terlambat dikenakan hukuman agar menimbulkan efek jera kepada mereka.

Pewawancara: Lalu selain menghukum apakah ada langkah lain untuk mencegah kenakalan tersebut?
Nara Sumber: Ya tentu...pada tahap selanjutnya siswa akan dibimbing untuk meningkatkan kesadarannya akan keburukan dan kerugian yang ditimbulkan dari prilaku buruk tersebut dengan demikian siswa akan memahami mengapa mereka dilarang membolos dan berprilaku buruk di sekolah.

Pewawancara: Bagaimana dengan murid-murid yang katakanlah bandel atau sangat bandel yang tidak juga jera dan sadar akan kesalahannya tersebut?

Nara Sumber: Jika memang tidak berubah, pihak sekolah tentunya akan berkomunikasi lebih lanjut dengan orang tua siswa agar orang tuanya juga ikut berperan dalam mendidik dan menasehati anaknya. Kalau memang sudah terlalu dalam artian melanggar hukum tentunya akan diserahkan pada pihak terkait.
Pewawancara: Melanggar hukum yang seperti apa yang bapak maksud, apakah ada siswa yang sampai se nekat itu?

Nara Sumber: Ya sebagai contoh kasus mencuri yaitu mencuri uang temannya misalnya, jika tidak ada solusi dan tidak mau berubah tentunya akan diserahkan ke polisi. 
Pewawancara: Apakah di sekolah kita ada yang seperti itu pak?

Nara Sumber: Alhamdulillah belum ada yang separah itu, kenakalan siswa remaja di sekolah kita hanya sebatas membolos dan tidak mengerjakan tugas saja. Dan semoga mereka lebih dapat meningkatkan sifat-sifat terpuji ketimbang perbuatan tercela.

Pewawancara: Alhamdulillah kalau begitu... Baiklah pak, saya rasa cukup banyak yang sudah saya dapatkan dari penjelasan bapak. Saya sangat berterimakasih atas informasi dan kesediaan bapak berbincang dengan saya.

Nara Sumber: Iya sama-sama... 
Pewawancara: Baiklah pak, kalau begitu saya permisi dulu, terimakasih atas waktunya, selamat pagi..
Nara Sumber: Iya selamat pagi... 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×