8 Contoh Teks Ulasan Singkat/Pendek 2018 (Film, Film Perahu Kertas, Novel, Cerpen, dan Buku)

Kali ini kita akan membahas tentang 8 contoh teks ulasan singkat 2018 pelejaran ini terdapat pada kelas kurikulum nasional. Teks ulasan yaitu teks yang berisi ulasan atau penilaian terhadap suatu karya (drama atau film). Mengulas suatu film dan drama mengharuskan kita untuk bersikap kritis. Sikap kritis ini sangat penting agar ulasan yang kita tulis tersebut berkontribusi bagi kemajuan film dan drama itu sendiri. Adapun yang kali ini kita bahas adalah contoh teks ulasan singkat tentang film, cerpen, film perahu kertas, novel, dan buku, dan film laskar pelangki.
8 Contoh Teks Ulasan Singkat/Pendek 2018 (Film, Film Perahu Kertas, Novel, Cerpen, dan Buku)


8 Contoh Teks Ulasan Singkat 2018

Berikut adalah contoh teks ulasan singkat 2018 mengenai film, film perahu kertas dan novel.

Contoh 1

contoh pertama merupakan contoh teks ulasan singkat tentang film perahu kertas.


1. Contoh teks ulasan bagian Orientasi :

Perahu Kertas adalah film yang diangkat dari judul novel yang sama karya dari Dewi Lestari. Kisah ini menceritakan tentang kejujuran hati, adanya perasaan yang terhalang oleh perasaan lain. Film ini dibintangi oleh artis remaja seperti Maudy Ayunda dan Adipati Dolken. Kisah di dalam film ini memang lebih banyak mengisahkan tentang cerita cinta anak  remaja.

2. Contoh teks ulasan bagian Tafsiran :

Perahu Kertas adalah kisah yang menceritakan pasang surutnya hubungan antara Kugy dan Keenan. Kugy dikenalkan kepada Keenan oleh Novi dan Eko yang menajdi sahabat Kugy. Perkenalan itu terjadi saat mereka menjemput Keenan dari kepulangannya menimba ilmu di Belanda. Kisah cinta Keenan dan Kugy tidak berjalan mulus, karena saat pertama kali Kugy berkenalan dengan Keenan, ia tengah menjalin kisah asmara dengan Ojos. Keenan sendiri juga sedang dekat dengan sosok gadis cantik bernama Wanda. Kendati Keenan dan Kugy saling menyukai satu sama lain, mereka tidak pernah menyatakan perasaannya satu sama lain. Kisah mereka bermula saat mereka kuliah di Bandung.

Kugy ialah sosok gadis tomboy, ceria, dan memiliki keyakinan bahwa ia adalah agen Dewa Neptunus. Bahkan ia selalu memiliki tradisi untuk untuk menulis curhatannya di atas selembar kertas yang akan dibentuk menjadi perahu dan dihanyutkan ke atas air. Meskipun sekilas ia tampak seperti gadis ceria dan ceroboh, sebenarnya ia adalah sosok dengan pemikiran dewasa. Dementara itu, keenan adalah pelukis muda berbakat yang dipaksa untuk melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi oleh sang ayah. Ia bersama dengan Kugy, Noni, dan Eko menjadi geng yang kompak. Kebersamaan mereka akhirnya membuat Keenan dan Kugy saling mencintai diam-diam. Namun rintangan selalu datang silih berganti, seperti saat persahabatan Kugy dan Noni yang terancam bubar karena ketidakhadiran Kugy di pesta ulang tahun Noni yang diadakan di rumah Wanda.

Keenan yang kehilangan motivasi akhinya pergi ker rumah Pak Wayan dan menjadi guru baginya untuk melukis. Pada akhirnya ia dipertemukan oleh kolektor langganan Pak Wayan yang bernama Remi. Kugy yang sudah lulus dari kuliahnya ditempatkan sebagai anak magang di biro iklan milik teman kakaknya yang bernama Remi.

Tahun 2004, ibu Keenan ke Bali untuk memberitahukan keadaan ayah Keenan yang sedang kritis. Keenan pun kembali ke Jakarta dan berkata pada Luhde akan segera kembali ke Bali jika ayahnya sudah sembuh. Sementara itu di Bandung, Noni dan Eko yang sedang berkemas menemukan kotak yang berisi buku dan surat. Ternyata isi surat tersebut adalah curahan hati perasaan Kugy terhadap Keenan dan alasan dibalik ketidakhadirannya di pesta ulang tahun Noni.

Kemudian merekapun segera menyusul Keenan di Jakarta. Takdir berkata lain, saat Kugy dan Keenan akhirnya dipertemukan lagi secara tidak sengaja di pesta pernikahan Noni dan Eko. Mereka kembali dekat, namun sekali lagi ada penghalang yaitu Remi dan Luhde. Kisah yang menceritakan tentang kisah cinta dewasa yang saling membutuhkan namun tak bisa bersama karena telah memilih orang lain. Pilihan yang diambil tersebut akhirnya harus dipertanggung jawabkan dan dijalankan dengan sepenuh hati.

3. Contoh teks ulasan bagian Evaluasi :

Ada beberapa kelebihan yang terdapat di film ini misalnya (1) karakter yang digambarkan dengan kuat dan apik, (2) hikmah atau pesan yang disampaikan dengan baik di dalam cerita, (3) serta penjiwaan maksimal oleh para pemain, dan (4) alur cerita dan konflik yang bagus digambarkan sepanjang cerita.

Sementara itu, adapula kekurangan film misalnya eksploitasi kehidupan pribadi masing-masing tokoh yang akhirnya memecah perhatian dari penonoton dan juga akhir cerita yang terkesan menggantung.

B. Rangkuman Film Perahu Kertas:

Film Perahu Kertas memberikan pesan tentang takdir kehidupan manusia dan buah perjuangan dari usaha kerja keras. Alurnya yang apik dan baru ini juga cocok untuk menyebutkan Perahu Kertas sebagai film remaja yang bagus dan tidak menye-menye. ini memberi pelajaran kepada kita bahwa setiap manusia memiliki takdir hidupnya masing-masing dan usaha keraslah yang mengantar takdir itu ke tangan kita. Oleh karena itu, film ini cocok untuk dijadikan pilihan tayangan bagi anak muda ataupun keluarga.


Contoh 2

contoh kedua merupakan contoh teks ulasan singkat mengenai novel surat untuk sahabat.


Judul novel        : Surat untukmu Sahabat
Penulis              : Bunga Riska Nizam
Penerbit            : Aletta Pictures
Jenis buku         : Fiksi
Tahun terbit       : 2013 (cetakan ke-5)
Tebal halaman    : 120 halaman
Harga buku        : Rp. 40.000,00

Orientasi :

Surat untukmu Sahabat adalah novel karya Bunga R. Nizam yang menceritakan tentang Surat terakhir untuk Sahabat. Dia bernama Keke. Saat itu,terakhir kalinyaAndini,Dinda,Fachda,Ida,dan Mayamerayakan  ulang tahun keke. Ketika dia dinyatakan bebas dari kanker yang menggerogoti tubuhnya. Waktu berlalu dan semua nya terasa baru. Setelah tiga tahun bersama di SMP Al-Kamal, akhirnya tahun ini Keke,Andini,Dinda,Fachda,Ida,dan Maya. tidak lagi duduk di sekolah yang sama. Berpisah sekolah bukan berarti kami kehilangan arah dalam persahabatan yang sudah kami bisa sejak SMP dulu.

Tafsiran :

Saat itu,Keke tak lagi mampu menahan kesedihan ketika dia melihat rambutnya memenuhi genggaman tangannya. Hal ini menunjukan bahwa kami pun juga merasa kannya.Saat itu,kami kehilangan seorang sahabat akhir tahun lalu,tepatnya tanggal 25 Desember 2006.Berat membayangkannya. Hari ini kami berlima janjian akan bertemu di pemakaman Keke tepat pukul 4.00 sore. Syifa kebagian membawa kue ulang tahun,Ida akan menyiapkan lilin-lilinnya,sementara yang lainnya menyiapkan kebutuhan berziarah seperti bunga,air dan payung.  Kegiatan berziarah di hari ulang tahun Keke ini juga dilakukan oleh Kak Cika,Kak Kiki,dan Pak Jody. Hari ini,Ida yang tiba lebih dulu sempat menyaksikan ibu kandung Keke itu berziarah dan menangis di pusaranya. Ida mendapati pemandangan yang mengharukan sebab ketika menceritakannya saja matanya ikut berkaca-kaca. Tanpa terasa satu jam sudah berlalu dan kami masih bersimpuh di pusara Keke. Saat itu, ketika Keke masih di rawat di rumah sakit. Menurut Kak Cika,setelah kami pamit untuk sholat magrib,Keke sempat membuka mata dan menyampaikan pesannya meski tak mampu diucapkan dengan bahasa lisan yang tak jelas. Keke memainkan jarinya membentuk angka satu dan empat. Pak Jodi sempat menyodorkan secarik kertas dan pena yang akhirnya itu menjadi pesan Keke yang terakhir. Tak lama,Keke pun menghadap sang illahi. Kami tidak ada di sisinya ketika Keke pergi karena sedang berdo’a bersama meminta yang terbaik untuknya. Akhirnya kami berenam berhasil juga berkumpul bersama. Hari natal dipilih sebab saat inilah kami diliburkan dari segala aktifitas yang ada. Apalagi Dinda yang sudah siap bergabung untuk membaca Surat Keke yang baru dibaca sepeninggal .Dengan segenap rasa yang bercampur di dalam dada,kami terdiam dan memasang telinga tajam-tajam. Setelah membaca Surat Keke,kami semua akhirnya merenovasi segala harapan dan mencoba menyisipkan permohonan-permohonannya di dalam segala pencapaian kami.

Evaluasi :

Kekurangan :

Cerpen ini ada beberapa penulisan yang salah dan juga ada penulisan yang kurang menarik dan sulit dimengerti. Sedangkan, kelemahan yang dimiliki novel ini diantaranya kata-kata pengemis yang kadang membuat pembaca berimajinasi lain dalam menafsirkan dan kata-kata kiasan pengemis.

Kelebihan :

Cerpen karangan gadis kelahiran Bali ,17 Agustus 1986 ini dapat membuat pembaca terhanyut dalam kisah yang diceritakan. Serta,ceritanya yang berisi tentang persahabatan. Kosakata yang digunakan dapat membuat pembaca terlarut dalam cerita. Sehingga, pembaca juga lebih mudah memahami isinya.

Rangkuman :

Tetapi,dengan mengesampingkan kekurangan novel tersebut cerpen ini yang mengajarkan tentang arti sahabat sebenarnya. Dan cerpen ini sangat cocok untuk para remaja di indonesia. Sebab,didalamnya terkandung pesan yang bermakna, yang dapat memotivasi agar kita mudah bersahabat dan setia.

Contoh 3 

contoh ketiga merupakan contoh teks ulasan cerpen singkat tentang persahabatan.

Orientasi
Cerpen “Ketika Sebuah Persahabatan Dipertaruhkan” merupakan cerpen yang dibuat atau karya dari Arief Setiawan. Cerpen ini bercerita tentang kisah cinta remaja yang dilanda sebuah masalah yang rumit. Tebal cerpen ini adalah 3 lembar.

Tafsiran
Cerpen ini diawali dengan dua murid SMP yaitu “Aku” sebagai Adit dan seorang cewek bernama Dewi. Pertemuan mereka diawali saat SMP, Aku sebagai Adit diselamatkan oleh Dewi ketika aku dipalak oleh teman sekelasku yaitu Riki. Namun, pada akhirnya, setelah melalui beberapa tahap hubungan, mereka menjadi teman. Sejak itulah mereka berdua menjadi dekat dan sering curhat satu sama lain.

Dengan sikap Dewi yang baik terhadap Adit, menyebabkan Adit mulai muncul perasaan suka terhadap Dewi. Namun, mereka harus terpisah akibat sekolah mereka yang berbeda. Pada saat SMA Adit memiliki seorang pacar, lalu mereka putus dan akhirnya Adit berpacaran dengan Dewi. Hubungan mereka memiliki masalah karena mantan pacar Adit meminta berpacaran kembali. Di situlah konflik muncul. Namun, Adit mengambil keputusan yang salah dengan kembali kepada mantan pacarnya dan meninggalkan Dewi seorang diri tanpa penjelasan apapun.

Tokoh utama dalam cerpen ini yaitu Adit dan Dewi. Adit adalah orang yang tidak teguh pada pendiriannya dan selalu menyesal di belakang dengan keputusan yang telah diraihnya. Sedangkan Dewi adalah seorang wanita yang baik, tegas, berani membela yang benar, dan juga ia adalah wanita yang disakiti oleh keputusan yang salah diambil oleh Adit.

Pada cerpen ini banyak sekali kesalahan penulisan. Pertama, pada paragraf awal cerpen terdapat kata "acuh". Namun setelah diperhatikan kembali makna kalimat utuhnya, kitapun tahu bahwa ada kesalahan penggunaan kata "acuh" yang dalam kata lain sama dengan "peduli". Jadi, kata "acuh" yang benar diganti menjadi "tak acuh" atau "tidak acuh".

Kedua, soal EYD, di antaranya kata-kata seperti "didepanku", "dimasa", "dikelas", "dihidupku", "dihatiku", "dikotaku", "dikampus", "di elu-elukan", "akupun", dan "sekedar", yang semestinya ditulis demikian: "di depanku", "di masa", "di kelas", "di hidupku", "di hatiku", "di kotaku", "di kampus", "dielu-elukan", "aku pun", dan "sekadar". Perhatikan perbedaan antara kata keterangan tempat/waktu dan kata kerja pasif. "Di-" dalam kata keterangan tempat/waktu seperti "di kelas", "di rumah", "di pagi hari", dan lain sebagainya wajib dipisah dari kata sesudahnya, dengan kata lain berfungsi sebagai kata depan. Sementara, untuk kata kerja pasif seperti "dipukul", "dielu-elukan", dan lain lain, penulisan "di-" wajib digabung dengan kata sesudahnya.

Ketiga, penulisan kalimat dialog. Pelajari pola dan aturan (termasuk tanda baca dan lain sebagainya) yang bersangkutan dengan kalimat dialog dalam sebuah prosa. Dalam suatu cerpen, sebaiknya dialog tidak dibuat seperti dialog dalam sebuah naskah drama. Tetapi di sini penulis justu melakukannya, hingga cerpen ini tampak kurang rapi. Diharapkan agar penulis memelajari penulisan kalimat dialog dalam prosa (cerpen/novel) yang baik dan benar.

Kemudian, untuk kata-kata yang tidak baku seperti "gak", "palak", "ngasih", "udah", "kebayang", dan lain sebagainya terutama yang sering ditemukan dalam dialog sebaiknya ditulis dengan huruf miring. Sebenarnya tidak ada aturan wajib untuk itu. Ada dua pendapat yang berbeda, yang mana salah satunya memperbolehkan diketik dengan huruf biasa. Namun, sebaiknya menggunakan aturan pertama, yakni kata-kata yang tidak baku dan kata-kata dari bahasa asing diketik dengan huruf miring.

Penggunaan tanda baca tidak perlu kita tulis secara berlebihan seperti rangkap dua, tiga, atau empat. Memasukkan emoticon pada tulisan, termasuk cerpen, juga tidak disarankan (sebaiknya kebiasaan ini dihilangkan). Terakhir, untuk penulisan judul, sebaiknya tidak menggunakan huruf kapital seluruhnya.

Evaluasi
Cerpen ini sangat menarik dengan penggambaran isi cerita yang begitu dalam, seperti layaknya tokoh “Adit” yang mengumbar perasaannya secara indah dan mengena. Hal itu tentu saja membuat pembaca cerpen ini merasakan kebahagiaan, kesedihan, pengkhianatan, dan penyesalan yang dialami para tokoh dalam cerita.

Kekurangannya yaitu cerita ini tidak cocok untuk dibaca oleh anak-anak yang masih di bawah umur karena cerita ini menggambarkan tentang kisah percintaan remaja dan adanya adegan kekerasan yang dialami tokoh. Cerita ini juga kurang memberikan pendidikan moral yang baik.

Rangkuman
Cerpen ini kurang bermanfaat bagi pelajar di bawah umur. Walaupun begitu, dalam cerita ini masih terkandung pelajaran moral seperti persahabatan yang didasari kasih sayang antar sesama manusia tanpa memikirkan perbedaan jenis kelamin.

Contoh 4 

contoh keempat merupakan contoh teks ulasan singkat tentang buku.


Harry Potter: Order of the Phoenix




Saya benar-benar mencintai seri Harry Potter, dan semua buku akan selalu mempunyai tempat khusus di hati saya.

Saya harus mengatakan bahwa dari semua buku, episode ini bukan favorit saya.

Ketika seri dimulai semua "merasa baik" pengalaman sebagai cangkir besar cokelat panas. Cerita-cerita yang terang, cepat, menarik, dan  memuaskan.

Orde Phoenix adalah salah satu episode dari buku harry potter. Anda merasa mengerti dan tertarik membacanya pada saat Anda membaca sampai akhir. Saya benar-benar tersentuh oleh halaman terakhir. Biasanya ceritanya suram,ehingga terasa menyedihkan. Laju berderap dari buku-buku lain telah melambat untuk berlari di sini, dan bagian-bagian itu tidak tampak panjang, seolah-olah kita sedang membaca semua tentang Harry "hanya nongkrong" daripada harus petualangan biasa. Membaca secara rinci tentang Harry membersihkan sebuah rumah tua, misalnya - rumah tangga masih housekeeping, magis atau tidak, dan aku tidak sangat tertarik untuk melakukannya atau membaca tentang orang lain melakukannya.

Beberapa perubahan lain dalam buku ini - dunia "nyata" datang jauh lebih untuk bermain daripada alam semesta fantasi buku-buku sebelumnya, dan Harry rupanya telah diambil dari obatnya. Aku tahu bahwa ia memiliki banyak untuk menjadi pemarah dalam buku ini, terutama dengan menjadi seorang remaja dan semua, tapi perubahan mendadak dalam karakternya tampak terlalu drastis. Dia pergi dari menjadi hangat, orang perhatian kepada seseorang yang akan menggigit kepala sahabatnya off atas apa-apa. Itu hanya tampak seperti itu tidak cocok dengan karakternya, seperti dia berubah menjadi klise berjalan dari "remaja marah" semalam.

6.Kisah "nyata" tampaknya terjadi di babak 1/3 dari buku, dan bagian ini saya cintai. Aku benar-benar menyukai ending (dan ya, aku menangis!) Sesedih itu. Ini dikemas pukulan dan itu membuat saya peduli tentang cerita bahkan lebih. Masih buku yang benar-benar baik, dengan beberapa revisi itu akan menjadi besar.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×