Cara Menemukan (Mencatat) Informasi Tuturan Langsung dan Tidak Langsung

kali ini admin akan memberitahukan cara mencatat atau menemukan informasi tuturan langsung dan tidak langsung, pelajaran ini didapatkan dari pelajaran bahasa indonesia kelas ix kurikulum ktsp. informasi dapat kita dengar dari tuturan langsung, seperti diskusi, gelar wicara, pidato, siaran berita, bahkan perbincangan biasa dengan teman-teman,
Cara Menemukan Informasi Tuturan Langsung dan Tidak Langsung

Pengertian Tuturan Langsung  

Tuturan langsung (lisan) adalah tuturan yang berisi informasi yang diperoleh dari narasumber secara langsung. Contoh tuturan langsung : percakapan, pidato, diskusi, komentar lisan dan wawancara, percakapan di radio/televisi. Ciri tuturan langsung adalah hanya dapat didengar sekali.

Radio dan televisi adalah jenis media elektronik yang banyak digunakan masyarakat.Dalam kedua media ini terjadi interaksi berupa kemunikasi satu arah atau dua arah. Komusikasi satu arah, penyiar menyampaikan informasi kepada pendengar atau pirsawan. Komunikasi dua arah interaksi yang terjadi timbal balik antara penyiar dan permirsa (pendengar).

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhartikan dalam mendengarkan untuk memperoleh informasi tuturan langsung dengan tepat, yaitu kata kunci, sumber yang terjadi rujuka penyiar, tujuan informasi itu diberikan, dan akurasi informasi yang disampaikan.

Langkah Membuat Simpulan dari Tuturan Langsung 

Langkah - langkah agar dapat mencatat pokok - pokok informasi tuturan langsung, kita harus punya prinsip - prinsip mendengarkan. Seseorang dikatakan mampu mendengarkan tuturan langsung apabila menggunakan prinsip - prinsip berikut :

  1. Bersiap mendengarkan dengan pikiran terbuka (berkonsentrasi)
  2. Memahami ide dan fakta dalam tuturan langsung
  3. Menilai iden dan fakta dalam tuturan langsung
  4. Memotivasi diri untuk mencatat dan membuat laporan hasil menyimak
  5. Mencari hal - hal menaarik baru, tepat dan berguna dari informasi tuturan tidak langsung.
  6. Menagkap teknik penguraian dari tuturan langsung.
  7. Berlatih mendengarkan berbagai siaran langsung
  8. Langkah - langkah menulis kesimpulan :
  9. Mendengarkan dengan teliti isi informasi yang disampaikan secara langsung.
  10. Menafsirkan pokok - pokok informasi (5W + 1H) yang telah disampaikan.
  11. Menulis kembali pokok - pokok informasi tersebut secara ringkas.



Pengertian Tuturan tidak langsung


Dan tuturan tidak langsung (bacaan) adalah tuturan yang berisi informasi yang diperoleh dari narasumber secara tidak langsung.  Contoh tuturan tidak langsung : internet, rekaman, VCD. Ciri tuturan tidak lngsung adalah dapat didengar berulang - ulang.
     
Kegiatan menangkap informasi tuturan tidak langsung pada prinsipnya sama dengan menangkap informasi secara langsung. Yang membedakan hanyalah sumber informasinya. sumber informasi secara langsung adalah seseorang yang diistilahkan dengan informan. Sedangkan sumber informasi kegiatan tuturan tidak langsung umunnya diperoleh melalui media  internet, rekaman, VCD.
     
Anda dapat meyimpulkan isi informasi yang disampaikan secara tidak langsung. Simpulan atau ringkasan merupakan cara efektif untuk meyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk singkat. Tujuan membuat ringkasan atau simpulan adalah untuk memahami atau mengatur isi informasi.
   

Langkah Membuat Simpulan dari Tuturan Tidak Langsung


  1. Membaca naskah asli.
  2. Mencatat gagasan utama
  3. Membuat Reprosuksi, yaitu meyusun kembali suatu karangan singkat (ringkasan) berdasarkan gagasan utama.  

Contoh Informasi Tuturan Langsung dan Tuturan Tidak Langsung



A. Menemukan Pokok Berita dari Tuturan Langsung

Dengan adanya media elektronik, kita bisa mendapatkan berbagai informasi. Salah satu dari media elektronik adalah televisi. Setelah kita melihat dan mendengarkan televisi, banyak informasi yang bisa kita terima. Sebagai pemirsa atau pendengar, ita harus kritis dalam menyimak berita yang ditayangkan sebelum memperoleh bukti-bukti yang akurat. Informasi yang ditayangkan di media tidak semuanya baik dan sesuai untuk para pemirsanya. Jadi, kita dilatih untuk menggali informasi dari berita yang kita dapat melalui media elektronik.
Sebenarnya, sebelum ditayangkan, setiap berita telah diseleksi dengan ketat oleh tim editing televisi. Meski demikian, sikap pasif dari pemirsa hendaknya tetap dihindari. Fungsi saring informasi paling baik tetap berada dalam diri tiap pemirsa.

Contoh Berita 1 :

Larva Serangga Bisa untuk Pakan Ikan
JAKARTA, KOMPAS – Larva serangga bunga dapat dimanfaatkan untuk menjadi substitusi dari palet atau pakan ikan. Larva serangga berumur dua minggu atau disebut minni maggot itu dapat menekan tingginya biaya akan yang selama ini membebani pembudidaya ikan.
Produksi massal maggot itu dirintis oleh Loka Riset Budidaya Ikan Hias Air Tawar Depok Balai Riset Kelautan dan Perikanan bekerja sama dengan Institut Riset untuk Pengembangan (IRD) Perancis.
Hasil penelitian itu telah diterapkan di Jambi dengan kapasitas produksi maggot mencapai 4 ton perbulan. Harga pakan ikan yang berasal dari maggot Rp 3.500 per kilogram, lebih rendah dari pakan ikan komersial yang sebesar Rp 6.500 per kg.
Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Gellwyn Yusuf, di Depok, Kamis (5/11), mengemukakan, Indonesia merupakan produsen terbesar minyak kelapa sawit sehingga berpotensi untuk menghasilkan produk bungkil kelapa sawit dalam jumlah besar hingga 3 juta ton per tahun.
“Penyediaan pakan alternatif itu diharapkan menjawab permasalahan pakan ikan komersial yang kerap dikeluhkan mahal oleh para pembudidaya. “ujar Gellwyn.
Presiden IRD Jean Francois Girard mengemukakan, Indonesia adalah negara maritim dengan potensi ikan yang besar. Untuk itu pengembangan dan inovasi di bidang perikanan harus terus dilakukan.
Sumber : Kompas, 6 November 2009

Contoh Berita 2 :

Perusahaan Terbesar Tutup
AMBON, KOMPAS – Perekonomian Kota Tual, Maluku yang ditopang perikanan tangkap terancam kian terpuruk, menyusul penutupan operasional PT Maritim Timur Jaya, Perusahaan pengolahan ikan terbesar di Tual itu ditutup sejak 4 November karena alasan keamanan dan kenyamanan berusaha.
Reaksi penyesalan terhadap penutupan perusahaan itu, Kamis (5/11), muncul dari pemerintah kota (pemkot) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tual. Karyawan yang mengalami pemutusan hubungan kerja mengadukan masalah ini kepada DPRD, Kamis siang.
Sekitar 100 karyawan mengajak istri dan anak-anak mereka saat menyampaikan aspirasi. Mereka meminta DPRD berkomunikasi dengan PT Maritim Timur Jaya (MTJ) agar kembali membuka operasional perusahaan.
“Tadi siang saya menerima surat pemberitahuan penutupan PT MTJ. Dalam surat itu, disebutkan, pertimbangannya, aspek keamanan, terkait dampak demonstrasi sebagian warga Tual beberapa waktu lalu, “ujar Martin Waremra, Ketua DPRD Tual.
Demonstrasi yang dimaksudkan Martin adalah penolakan warga atas pemberian gelar adat Dir U Ham Wang (setara dengan posisi raja) kepada seorang pengusaha perikanan (Kompas,20/10)
Martin akan membahas masalah ini dengan pemkot agar PT MTJ kembali beroperasi di Tual, Perusahaan ini mempunyai rencana pengembangan industri perikanan yang mampu menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja. Saat ini baru sekitar 300 tenaga kerja yang diserap.
Kepergian PT MTJ dikhawatirkan kan melemahkan perekonomian daerah. Selama ini, Tual sangat bergantung pada sektor perikanan dan kepergian investor besar merupakan pukulan berat.
Apalagi, sejak pertengahan 2007, Tual ditinggalkan sejumlah perusahaan perikanan tangkap. Joko Supraptomo, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual, menyayangkan penutupan PT MTJ. Dari sisi investasi, hal ini merupakan kehilangan yang sangat merugikan daerah.
Sumber: Kompas, 6 November 2009.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×