Gerakan Nonblok (Non aligned Movement)

Gerakan nonblok atau non aligned movement (GNB) merupakan sebuah organisasi dari negara yang tidak memihak Blok Barat dan Blok Timur. Gerakan Nonblok berdiri pada tanggal 1 September 1961 di Beogard, Yugoslavia. Pendiri GNB adalah Soekarno (presiden Indonesia), Joseph Broz Tito (presiden Yugoslavia), Gamal Abdul Nasser (presiden Mesir), Pandit Jawaharlal Nehru (perdana menteri India), dan Kwame Nkrumah (presiden Ghana).
Gerakan Nonblok (Non aligned Movement)

a. Gerakan Nonblok (Nonaligned Movement)
GNB merupakan sebuah organisasi dari negara yang tidak memihak Blok Barat dan Blok Timur. Gerakan Nonblok berdiri pada tanggal 1 September 1961 di Beogard, Yugoslavia. Pendiri GNB adalah Soekarno (presiden Indonesia), Joseph Broz Tito (presiden Yugoslavia), Gamal Abdul Nasser (presiden Mesir), Pandit Jawaharlal Nehru (perdana menteri India), dan Kwame Nkrumah (presiden Ghana).

1) Latar Belakang Berdirinya GNB
a) Munculnya dua blok, yaitu Blok Barat di bawah Amerika Serikat dan Blok Timur di bawah Uni Soviet yang saling memperebutkan pengaruh di dunia.
b) Adanya kecemasan negara-negara yang baru merdeka dan negara-negara berkembang, sehingga berupaya meredakan ketegangan dunia.
c) Ditandatanganinya “Dokumen Brioni” pada tahun 1956 oleh Presiden Joseph Broz Tito (Yugoslavia), Perdana Menteri Jawaharlal Nehru (India), Presiden Gamal Abdul Nasser (Mesir) yang bertujuan mempersatukan negara-negara nonblok.
d) Terjadinya Krisis Kuba 1961 karena Uni Soviet membangun pangkalan militer di Kuba secara besar-besaran.

2) Tujuan GNB
Berikut tujuan dari GNB.
a) Memelihara perdamaian dan keamanan internasional.
b) Mengusahakan tercapainya pelucutan senjata secara umum dan menyeluruh di bawah pengawasan internasional yang efektif.
c) Mengusahakan agar PBB berfungsi secara efektif.
d) Mengusahakan terwujudnya tata ekonomi dunia baru.
e) Mengusahakan kerja sama di segala bidang dalam rangka mewujudkan pembangunan ekonomi dan sosial serta tercapainya perdamaiandunia.

3) Keanggotan GNB
Pada waktu berdiri, GNB hanya beranggota 25 negara. Setiap diselenggarakan gerakan KTT, GNB anggotanya selalu bertambah. Berikut syarat-syarat menjadi anggota GNB.
a) Menganut politik bebas dan hidup berdampingan secara damai.
b) Mendukung gerakan-gerakan kemerdekaan nasional.
c) Tidak menjadi anggota salah satu pakta militer Amerika Serikat atau Uni Soviet.
4) Kegiatan GNB
a) Bidang Politik dan Perdamaian Dunia
(1) Meredakan ketegangan dunia.
(2) Mengusahakan terciptanya perdamaian dunia.
(3) Mengusahakan terwujudnya hubungan antarbangsa secara demokratis.
(4) Mengusahakan pelucutan senjata dan pengurangan senjata nuklir.
(5) Menghapus pangkalan militer asing dan pakta-pakta militer.
(6) Melenyapkan kolonialisme.
(7) Menyelesaikan sengketa antarnegara dan perang-perang lokal, seperti Perang Irak-Iran, masalah di wilayah Timur Tengah (Middle East).
(8) Menghapus persekutuan militer.
(9) Menentang rasialisme dan apartheid.
b) Kegiatan yang Dilakukan GNB dalam Bidang Ekonomi

(1) Ikut berusaha memperjuangkan kemerdekaan atau kebebasan dalam bidang ekonomi dan kerja sama atas dasar persamaan derajat.
(2) Ikut berusaha mewujudkan suatu tatanan ekonomi dunia baru, sehingga terdapat hubungan kerja sama saling menguntungkan antara negara maju dan negara sedang berkembang.
Berikut pelaksanaan tata ekonomi dunia baru yang diperjuangkan GNB dalam forum PBB.
(a) Dialog Utara-Selatan adalah pertemuan yang membahas kerja sama yang saling menguntungkan antara kelompok negara maju yang merupakan negara industri (utara) dan negara-negara berkembang (selatan). Dengan adanya dialog Utara-Selatan ini diharapkan bisa menghilangkan kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang sehingga akan terwujud tata ekonomi dunia baru yang adil dan merata.
(b) Kerja sama Selatan-Selatan merupakan bentuk kerja sama antarnegara berkembangkan dalam bidang ekonomi dan teknologi.
(c) Kelompok 77 merupakan kelompok negara berkembang yang berjuang untuk memperoleh keadilan ekonomi atas negara-negara maju. Kelompok 77 dibentuk pada tahun 1964 di Jenewa, Swiss.

2) Penyelenggaraan KTT
Untuk memperjelas kedudukan GNB, maka organisasi ini mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT). Berikut Penyelenggaraan KTT GNB.
a) KTT GNB I diselenggarakan pada tanggal 1-6 September 1961 di Beogard, Yugoslavia. KTT ini menghasilkan Deklarasi Beogard yang isinya sebagai berikut.
(1) Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur dihentikan.
(2) Menghentikan percobaan senjata nuklir.
(3) Memberantas kolonialisme dan imperialisme.
b) KTT GNB II pada tanggal 5-10 September 1964 di Kairo, Mesir.
c) KTT GNB III pada tanggal 8-10 September 1970 di Lusaka, Zambia.
d) KTT GNB IV pada tanggal 5-9 September 1973 di Alzir, Aljazair.
e) KTT GNB V pada tanggal 16-19 Agustus 1976 di Kolombo, Sri Langka.
f) KTT GNB VI pada tanggal 3-9 September 1979 di Havana, Kuba.
g) KTT GNB VII pada tanggal 7-12 Maret 1983 di New Delhi, India.
h) KTT GNB VIII pada tanggal 1-6 September 1986 di Harare, Zimbabwe.
i) KTT GNB IX pada tanggal 4-7 September 1989 di Beogard, Yugoslavia.
j) KTT GNB X pada tanggal 1-7 September 1989 di Jakarta, Indonesia.
k) KTT GNB XI pada tanggal 18-20 Oktober 1995 di Cartagena, Colombia.
l) KTT GNB XII pada tanggal 2-3 September 1998 di Durban, Afrika.
m) KTT GNB XIII pada tanggal 20-25 Februari 2003 di Putrajaya, Malaysia.
n) KTT GNB XIV pada tanggal 11-16 September 2006 di Havana, Kuba.
o) KTT GNB XV pada tanggal 11-16 Juli 2009 di Sharmel-Sheikh, Mesir.
p) KTT GNB XVI pada bulan Agustus 2012 di Taheran, Iran.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

Klik (X) kali tuk menutup
Dukung kami dengan ngelike fanspage ×